Peningkatan kualitas produk merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan manufaktur. PT XYZ sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi air conditioner (AC) masih menghadapi permasalahan cacat pada proses produksi pipa kompresor yang berpotensi menurunkan kualitas produk dan efisiensi proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat, menganalisis tingkat risiko kegagalan, serta menentukan prioritas perbaikan kualitas pada proses produksi pipa kompresor menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi perusahaan, dan data hasil produksi periode Januari–Oktober 2025. Analisis dilakukan dengan menentukan nilai Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D) untuk menghitung Risk Priority Number (RPN) pada setiap jenis cacat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis cacat utama, yaitu kebocoran sambungan, welding defect, ovalitas, diameter out of specification (OOS), dan kontaminasi. Cacat kebocoran memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 240 sehingga menjadi prioritas utama perbaikan, diikuti welding defect sebesar 175, ovalitas sebesar 120, diameter OOS sebesar 96, dan kontaminasi sebesar 60. Analisis Fishbone Diagram menunjukkan bahwa penyebab utama cacat berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, pengukuran, dan lingkungan. Metode FMEA terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan menentukan prioritas risiko kegagalan sehingga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan strategi peningkatan kualitas produksi pipa kompresor di PT XYZ.