Sonia Febrila
Universitas Islam Zainul Hasan Genggong

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pandangan Guru Bahasa Indonesia Terhadap Penggunaan Reward Dalam Pembelajaran Novia Putri Nur Rizki; Sonia Febrila; Zida Kamalia
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2670

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji secara mendalam pandangan guru Bahasa Indonesia serta strategi pemberian reward yang diterapkan dalam proses pembelajaran, serta dampaknya terhadap peningkatan motivasi dan keaktifan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur, observasi langsung di dalam kelas, dan studi dokumentasi terhadap catatan kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru memandang pemberian reward sebagai salah satu bentuk penguatan positif yang sangat berperan penting dalam menumbuhkan rasa dihargai, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangkitkan semangat dan keterlibatan aktif siswa dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran. Penerapan strategi ini juga terbukti mampu menciptakan suasana kelas yang lebih hidup, nyaman, dan kondusif, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Meskipun demikian, guru juga menyadari bahwa pemberian reward tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan berlebihan. Jika penerapannya tidak konsisten, tidak adil, atau hanya mengandalkan bentuk materi semata, dikhawatirkan akan menimbulkan ketergantungan siswa terhadap rangsangan dari luar, sehingga motivasi belajar hanya muncul ketika ada imbalan yang ditawarkan. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa pemberian reward akan memberikan manfaat yang optimal jika dilakukan secara tepat waktu, adil, bervariasi antara bentuk non-materi dan materi, serta tetap diimbangi dengan upaya membangun motivasi belajar yang berasal dari dalam diri siswa sendiri.
Pandangan Guru Bahasa Indonesia Terhadap Penggunaan Reward Dalam Pembelajaran Novia Putri Nur Rizki; Sonia Febrila; Zida Kamalia
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2670

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji secara mendalam pandangan guru Bahasa Indonesia serta strategi pemberian reward yang diterapkan dalam proses pembelajaran, serta dampaknya terhadap peningkatan motivasi dan keaktifan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur, observasi langsung di dalam kelas, dan studi dokumentasi terhadap catatan kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru memandang pemberian reward sebagai salah satu bentuk penguatan positif yang sangat berperan penting dalam menumbuhkan rasa dihargai, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangkitkan semangat dan keterlibatan aktif siswa dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran. Penerapan strategi ini juga terbukti mampu menciptakan suasana kelas yang lebih hidup, nyaman, dan kondusif, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Meskipun demikian, guru juga menyadari bahwa pemberian reward tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan berlebihan. Jika penerapannya tidak konsisten, tidak adil, atau hanya mengandalkan bentuk materi semata, dikhawatirkan akan menimbulkan ketergantungan siswa terhadap rangsangan dari luar, sehingga motivasi belajar hanya muncul ketika ada imbalan yang ditawarkan. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa pemberian reward akan memberikan manfaat yang optimal jika dilakukan secara tepat waktu, adil, bervariasi antara bentuk non-materi dan materi, serta tetap diimbangi dengan upaya membangun motivasi belajar yang berasal dari dalam diri siswa sendiri.