Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Budaya Religius Dalam Pembentukan Karakter Taruna/Taruni Perspektif Pendidikan Islam: Studi Kasus Di Politeknik Pelayaran Malahayati Sariyulis Sariyulis
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2677

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi budaya religius dalam pembentukan karakter taruna/taruni di Politeknik Pelayaran Malahayati dari perspektif pendidikan Islam. Pesatnya perkembangan pendidikan vokasi pelayaran cenderung menitikberatkan pada kompetensi teknis, sementara pembentukan karakter—khususnya nilai-nilai keagamaan—kerap belum tergarap secara sistematis, meskipun taruna/taruni hidup dalam lingkungan yang sangat disiplin dan hierarkis menyerupai kehidupan di atas kapal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk budaya religius yang dikembangkan di kampus, proses transformasi dan internalisasinya, serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter taruna/taruni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pimpinan kampus, dosen Pendidikan Agama Islam, pembina asrama/resimen taruna, serta taruna/taruni. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius diwujudkan melalui salat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, kajian keislaman, peringatan hari besar Islam, serta pembiasaan salam dan busana islami. Proses transformasinya berlangsung melalui tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu internalisasi nilai melalui kurikulum dan pembiasaan, keteladanan pimpinan dan pembina, serta penguatan melalui sistem penghargaan dan sanksi yang terintegrasi dengan tata tertib korps taruna. Budaya religius ini berkontribusi signifikan terhadap pembentukan nilai karakter yang relevan dengan profesionalisme pelaut, yaitu kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepemimpinan, yang sejalan dengan tujuan pendidikan Islam dalam membentuk insan kamil. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung seperti kebijakan institusi dan ketersediaan figur keteladanan, serta tantangan berupa keterbatasan alokasi waktu di tengah padatnya kurikulum teknis dan variasi literasi keagamaan awal taruna/taruni.
Transformasi Budaya Religius Dalam Pembentukan Karakter Taruna/Taruni Perspektif Pendidikan Islam: Studi Kasus Di Politeknik Pelayaran Malahayati Sariyulis Sariyulis
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2677

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi budaya religius dalam pembentukan karakter taruna/taruni di Politeknik Pelayaran Malahayati dari perspektif pendidikan Islam. Pesatnya perkembangan pendidikan vokasi pelayaran cenderung menitikberatkan pada kompetensi teknis, sementara pembentukan karakter—khususnya nilai-nilai keagamaan—kerap belum tergarap secara sistematis, meskipun taruna/taruni hidup dalam lingkungan yang sangat disiplin dan hierarkis menyerupai kehidupan di atas kapal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk budaya religius yang dikembangkan di kampus, proses transformasi dan internalisasinya, serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter taruna/taruni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap pimpinan kampus, dosen Pendidikan Agama Islam, pembina asrama/resimen taruna, serta taruna/taruni. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya religius diwujudkan melalui salat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, kajian keislaman, peringatan hari besar Islam, serta pembiasaan salam dan busana islami. Proses transformasinya berlangsung melalui tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu internalisasi nilai melalui kurikulum dan pembiasaan, keteladanan pimpinan dan pembina, serta penguatan melalui sistem penghargaan dan sanksi yang terintegrasi dengan tata tertib korps taruna. Budaya religius ini berkontribusi signifikan terhadap pembentukan nilai karakter yang relevan dengan profesionalisme pelaut, yaitu kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepemimpinan, yang sejalan dengan tujuan pendidikan Islam dalam membentuk insan kamil. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung seperti kebijakan institusi dan ketersediaan figur keteladanan, serta tantangan berupa keterbatasan alokasi waktu di tengah padatnya kurikulum teknis dan variasi literasi keagamaan awal taruna/taruni.
STRATEGI PERWIRA ROHANI DALAM PEMBINAAN MORAL MAHASISWA POLITEKNIK PELAYARAN MALAHAYATI Sariyulis Sariyulis; Syamsul Arifin; Nur Fadhilah
Jurnal Maritim Malahayati Vol. 6 No. 2, Juli (2025): Jurnal Maritim Malahayati
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Pelayaran Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70799/jumma.v6i2.132

Abstract

Lembaga pendidikan yang mengadopsi semi kemiliteran sering terjadi perundungan di lingkungannya. Adapun dari hasil pengamatan penulis selama ini Politeknik Pelayaran Malahayati yang merupakan lembaga pendidikan yang mengadupsi semi kemiliteran dan belum terjadi perundungan seperti yang terjadi di sekulah lain sejak diresmikan oleh Menteri Perhubungan pada tahun 2012 sampai dengan sekaran. Tidak terjadinya perundungan ini tidak terlepas dari pengawasan, pembinaan dan pengasuhan oleh instruktur, dan pengasuh, perwira, salah satunya adalah perwira rohani. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah strategi perwira rohani dalam pembinaan moral taruna-taruni Poltekpel Malahayati Aceh. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi perwira rohani dalam pembinaan moral taruna-taruni Poltekpel Malahayati Aceh. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian analisis data ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan dalam penarikan kesimpulan menerapkan metode logika deduktif. Adapun tempat penelitian ini adalah Poltekpel Malahayati Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Subjek penelitian berjumlah 5 orang yaitu Kapus PPKT, perwira rohani, dua pengasuh rohani, dan asisten rohani. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lewat daftar wawancara dan obeservasi. Adapun teknik analisis data adalah reduksi data, display data, dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk kegiatan kerohanian yaitu: (a) Kegiatan harian (b) Kegiatan mingguan, (c) Kegiatan Bulanan (d) Kegiatan tahunan (2) Model strategi pembinaan moral: (a) Keteladanan, (b)Pembiasaan (c) Nasehat, (d) Memberi perhatian (e) Memberi reward and punishment. (3) Faktor pendukung dan penghambatan; (a) Faktor yang bersumber dari dalam diri, (b) Faktor dari luar.