Julius Tumpak Marganda Simaremare
Sekolah Tinggi Teologi Huria Kristen Batak Protestan (STT HKBP) Pematangsiantar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Prinsip Rekonsiliasi Dalam Surat Filemon Bagi Pendidikan Agama Kristen: Model Pembelajaran Berbasis Proyek Dan Refleksi Digital Di Indonesia Eva Saryati Panggabean; Julius Tumpak Marganda Simaremare
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2688

Abstract

Kajian ini mengkaji implementasi prinsip rekonsiliasi dalam Surat Filemon dan relevansinya bagi pembinaan iman melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada integrasi teologi rekonsiliasi dengan pembelajaran berbasis proyek dan refleksi digital sebagai strategi pedagogis yang kontekstual di tengah masyarakat Indonesia yang plural. Kajian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap sumber-sumber ilmiah mutakhir, terutama publikasi lima tahun terakhir yang membahas teologi Filemon, pedagogi PAK, pembelajaran berbasis proyek, dan transformasi digital dalam pendidikan agama. Hasil sintesis menunjukkan bahwa rekonsiliasi dalam Surat Filemon tidak berhenti pada pengampunan personal, tetapi bergerak menuju pemulihan relasi, pengakuan martabat, dan transformasi sosial yang dapat diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran PAK. Dalam konteks pedagogis, pembelajaran berbasis proyek memberi ruang bagi siswa untuk menghidupi nilai pengampunan, dialog, dan kerja sama melalui pengalaman nyata, sedangkan refleksi digital membantu proses internalisasi, evaluasi diri, dan penautan antara teks Alkitab dengan realitas sosial siswa. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi rekonsiliasi Filemon, project-based learning, dan refleksi digital dapat memperkaya model pembelajaran PAK yang selama ini cenderung kognitif, menuju pembelajaran yang lebih partisipatif, reflektif, dan transformatif. Temuan ini mendukung pengembangan kurikulum dan praktik pengajaran PAK yang lebih relevan dengan kebutuhan pembentukan karakter dan kehidupan bersama dalam masyarakat majemuk Indonesia.
Implementasi Prinsip Rekonsiliasi Dalam Surat Filemon Bagi Pendidikan Agama Kristen: Model Pembelajaran Berbasis Proyek Dan Refleksi Digital Di Indonesia Eva Saryati Panggabean; Julius Tumpak Marganda Simaremare
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i6.2688

Abstract

Kajian ini mengkaji implementasi prinsip rekonsiliasi dalam Surat Filemon dan relevansinya bagi pembinaan iman melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia. Fokus kajian diarahkan pada integrasi teologi rekonsiliasi dengan pembelajaran berbasis proyek dan refleksi digital sebagai strategi pedagogis yang kontekstual di tengah masyarakat Indonesia yang plural. Kajian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap sumber-sumber ilmiah mutakhir, terutama publikasi lima tahun terakhir yang membahas teologi Filemon, pedagogi PAK, pembelajaran berbasis proyek, dan transformasi digital dalam pendidikan agama. Hasil sintesis menunjukkan bahwa rekonsiliasi dalam Surat Filemon tidak berhenti pada pengampunan personal, tetapi bergerak menuju pemulihan relasi, pengakuan martabat, dan transformasi sosial yang dapat diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran PAK. Dalam konteks pedagogis, pembelajaran berbasis proyek memberi ruang bagi siswa untuk menghidupi nilai pengampunan, dialog, dan kerja sama melalui pengalaman nyata, sedangkan refleksi digital membantu proses internalisasi, evaluasi diri, dan penautan antara teks Alkitab dengan realitas sosial siswa. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi rekonsiliasi Filemon, project-based learning, dan refleksi digital dapat memperkaya model pembelajaran PAK yang selama ini cenderung kognitif, menuju pembelajaran yang lebih partisipatif, reflektif, dan transformatif. Temuan ini mendukung pengembangan kurikulum dan praktik pengajaran PAK yang lebih relevan dengan kebutuhan pembentukan karakter dan kehidupan bersama dalam masyarakat majemuk Indonesia.