Ni’amullaah Ni’amullaah
Program Studi Gizi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KHAS Kempek, Cirebon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Laporan Kasus: Proses Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) dan Diabetes Mellitus: Case Report: Nutrition Care Process for a Patient with Chronic Kidney Disease and Diabetes Mellitus Liyana Ilmiyati; Ni’amullaah Ni’amullaah
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 2 No. 01 (2026): June, 2026
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v2i01.18

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) dengan hemodialisis dan Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan kesehatan berisiko tinggi, menyebabkan malnutrisi dan gangguan metabolik, terutama pada pasien yang menjalani hemodialisis. Permasalahan utama dalam kasus ini adalah asupan oral yang tidak adekuat, ketidakseimbangan nilai biokimia seperti hiperglikemia, serta rendahnya kepatuhan pasien terhadap diet yang dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien CKD dengan hemodialisis dan DM dalam meningkatkan asupan zat gizi dan memperbaiki kondisi klinis. Metode yang digunakan adalah studi laporan kasus (case report) pada satu pasien dengan pendekatan ADIME (Assessment, Diagnosis, Intervention, Monitoring, Evaluation). Data dikumpulkan melalui anamnesis, pengukuran antropometri, recall konsumsi 3X24 jam, pemeriksaan fisik/klinis, serta data biokimia dari rekam medis. Intervensi gizi yang diberikan berupa diet DM 1200 kkal, diet gagal ginjal kronik dengan hemodialisis disertai monitoring selama tiga hari. Hasil menunjukkan adanya peningkatan asupan energi dan zat gizi meskipun belum mencapai kebutuhan optimal. Kadar glukosa darah mengalami perbaikan pada hari kedua. Kondisi klinis seperti edema dan nyeri abdomen belum menunjukkan perubahan signifikan dalam waktu singkat. Kesimpulannya, penerapan PAGT dapat membantu memperbaiki asupan dan parameter biokimia secara sementara, namun keberhasilan jangka panjang sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien terhadap diet dan edukasi gizi berkelanjutan.