Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI IKLIM OLDEMAN DI KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR Juan Idhar Jannata; Alwan Dzaky Hawari
DiJITAC : Digital Journal of Information Technology and Communication DiJITAC, Vol 5 No.1, Oktober 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/dijitac.v5i1.9830

Abstract

Kediri merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Jawa Timur yang memiliki hasil pertanian yang besar dengan didominasi oleh produk tanaman pangan. Potensi pertanian di Kediri sebenarnya masih bisa terus dikembangkan. Oleh karena itu, kajian ini akan membantu meningkatkan hasil produksi pertanian di Kabupaten Kediri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data sekunder. Data sekunder didapatkan dari data riwayat pengamatan curah hujan di beberapa stasiun pengamatan yang ada di Kabupaten Kediri dengan kurun waktu 2009-2021. Data kemudian diolah menggunakan komputer untuk mendapatkan hasil penelitian berupa Zona Agroklimat Klasifikasi Iklim Oldeman di Kabupaten Kediri. Pola curah hujan secara temporal di Kabupaten Kediri menunjukkan pola dengan rerata curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari hingga bulan Februari dengan rerata curah hujan mencapai 332,96 mm/bulan dan curah hujan terendah terjadi pada bulan Juli hingga bulan Agustus dengan curah hujan rerata dibawah 19,88 mm/bulan. Pola menunjukkan bahwa pada bulan November hingga April di Kediri mengalami musim penghujan. Kabupaten Kediri masuk ke dalam zona agroklimat D3 menurut klasifikasi Oldeman. Hal ini berarti bahwa pertanian di Kabupaten Kediri memungkinkan untuk satu kali padi dan satu kali tanam palawija, tetapi tergantung dari irigasi.
ANALISIS HUBUNGAN PRECIPITABLE WATER HARIAN DENGAN FENOMENA OSCILLASI MADDEN-JULIAN (MJO) PADA SKALA INTRASEASONAL MENGGUNAKAN METODE EOF (2001-2021) Juan Idhar Jannata; Aurelia Ira Stevi Manabung; Dosso Ganimel Aditya Simanulang; Muhammad Rakien Arroisi; Yosik Norman
DiJITAC : Digital Journal of Information Technology and Communication DiJITAC, Vol 5 No.2, April 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/dijitac.v5i2.9829

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara Precipitable Water (PW) harian dan fenomena Oscillasi Madden-Julian (MJO) pada skala intraseasonal menggunakan metode Empirical Orthogonal Function (EOF) selama periode 2001-2021. Data PW harian diperoleh dari Reanalysis Data dan difokuskan pada wilayah Indonesia, khususnya Sumatera. Metode EOF digunakan untuk mengidentifikasi pola dominan dalam distribusi spasial dan temporal PW, yang kemudian dikaitkan dengan fase-fase MJO. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai PW di wilayah ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas MJO, terutama pada fase konvektif, yang meningkatkan potensi pembentukan awan dan curah hujan. Mode EOF pertama menggambarkan pola variabilitas dominan yang berkaitan erat dengan mekanisme atmosfer tropis. Distribusi PW bervariasi sesuai fase MJO, dengan nilai tertinggi pada musim hujan (Desember-Februari) dan terendah pada musim kemarau (Juni-Agustus). Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang dinamika atmosfer di Indonesia, mendukung prakiraan cuaca yang lebih akurat, serta mitigasi dampak cuaca ekstrem. This study examines the relationship between daily Precipitable Water (PW) and the Madden-Julian Oscillation (MJO) phenomenon on an intraseasonal scale using the Empirical Orthogonal Function (EOF) method for the period 2001-2021. Daily PW data were sourced from Reanalysis Data and focused on the Indonesian region, specifically Sumatra. The EOF method was employed to identify dominant patterns in the spatial and temporal distribution of PW, which were then correlated with MJO phases. Results indicate that PW values in this region are significantly influenced by MJO activity, especially during convective phases, which enhance cloud formation and precipitation potential. The first EOF mode highlights dominant variability patterns strongly associated with tropical atmospheric mechanisms. PW distribution varies across MJO phases, with the highest values during the wet season (December-February) and the lowest during the dry season (June-August). This study provides critical insights into atmospheric dynamics in Indonesia, supporting more accurate weather forecasts and extreme weather impact mitigation.Air terpresipitasi