Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh perlunya peningkatan efisiensi layout produksi pada UMKM Keripik BogaRasa Mang Ujang di Jatiluhur, Purwakarta. Permasalahan utama mitra adalah tata letak produksi yang belum sepenuhnya optimal, sehingga masih berpotensi menimbulkan penumpukan aktivitas, pemborosan waktu, serta kurangnya pemisahan antara area bahan baku, proses penggorengan, pengemasan, dan produk jadi. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendampingan kepada mitra dalam memahami, mengevaluasi, dan mengoptimalkan layout produksi agar alur kerja menjadi lebih efisien, aman, dan tertata. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pemilik usaha, pemetaan alur proses produksi, identifikasi permasalahan layout, serta pendampingan perbaikan tata letak berdasarkan urutan proses produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra telah memiliki pola aliran produksi berurutan, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan, penggorengan, pengemasan, hingga penjualan. Namun, masih diperlukan penataan ulang sederhana untuk memisahkan area bahan baku dan produk jadi, menata area penggorengan, serta memperbaiki area pengemasan. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman mitra mengenai pentingnya layout produksi dalam mendukung efisiensi operasional UMKM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi tata letak produksi pada UMKM Keripik BogaRasa Mang Ujang di Jatiluhur, Purwakarta melalui pendekatan Systematic Layout Planning (SLP). Gap pengabdian terletak pada belum adanya evaluasi layout produksi mitra secara kuantitatif; sebelum pendampingan, penataan area masih bersifat fungsional sederhana, belum didukung Activity Relationship Chart, From-To Chart, dan perhitungan Load Distance Score. Data awal menunjukkan total jarak perpindahan utama mencapai 31,00 meter per siklus aliran utama dengan Load Distance Score sebesar 113,70 dan frekuensi perpindahan 18 kali per hari. Metode kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara pemilik usaha, identifikasi zona kerja, penyusunan hubungan kedekatan aktivitas, perhitungan Total Closeness Rating, pemetaan From-To Chart, serta penyusunan alternatif layout U-Shape. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa layout alternatif U-Shape mampu menurunkan total jarak perpindahan menjadi 16,60 meter atau berkurang 14,40 meter (46,45%). Nilai Load Distance Score juga menurun dari 113,70 menjadi 60,40 atau berkurang 53,30 poin dengan efisiensi sebesar 46,88%. Area pembungkusan memperoleh Total Closeness Rating tertinggi sebesar 22, diikuti penirisan/pendinginan sebesar 20, sehingga keduanya ditempatkan sebagai zona kritis dalam aliran produksi. Novelty kegiatan ini adalah penerapan SLP sederhana berbasis data kuantitatif pada UMKM pangan olahan skala kecil dengan desain layout U-Shape tanpa investasi besar. Pendampingan ini memberikan dampak terukur berupa pemendekan aliran material, pengurangan potensi gerak bolak-balik, pemisahan bahan baku dan produk jadi, serta peningkatan keteraturan proses produksi.