Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA, khususnya pada materi pemisahan campuran yang masih di dominasi oleh pembelajaran konvensional dan minimnya penerapan asesmen yang berfungsi sebagai umpan balik. Kondisi ini menunjukkan urgensi penerapan asesmen formatif sebagai bagian integral dalam proses pembelajaran untuk membantu siswa mengambangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berpikri kritis siswa melalui penerapan pembelajaran dengan asesmen formatif pada materi pemisahan campuran. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah one group pretest-posttest dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian berjumlah 30 siswa, dari kelas VIII A SMPN 4 Surabaya tahun ajaran 2025/2026. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui tes keterampilan berpikir kritis siswa. Pada penelitian ini mengkaji lima indikator keterampilan berpikir kritis yaitu, memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, memberikan penjelasan lebih lanjut dan menyusun strategi dan taktik. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya penigkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa. Rata-rata nilai pretest sebesar 56,3 meningkat menjadi 78,5 pada posttest. Hasil uji t berpasangan menunjukkan nilai signifikan (p < 0,05) yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Selain itu, hasil analisi N-gain sebesar 0,52 berada pada kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa asesmen formatif berperan signifikan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi pemisahan campuran.