Widiyatmiko Arifin Putro
Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISTIK KLINIS INFEKSI METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GUNUNG JATI CIREBON Najwah Al Firdausie; Mohammad Erwin Indrakusuma; Widiyatmiko Arifin Putro
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.14982

Abstract

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus atau MRSA merupakan suatu penyebab infeksi yang berasal dari bakteri Staphylococcus aureus yang resistant terhadap antibiotik beta laktam yaitu methicillin. MRSA dapat dikatakan positif apabila resisten dengan cefoxitin dan oxacillin. Namun, perlu eksplorasi data penunjang mengenai karakteristik infeksi yang menyebabkan MRSA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik klinis infeksi MRSA di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati. Observasional deskriptif dengan data rekam medis dan WHO net dengan analisis data univariat. Teknik sampling yang digunakan total sampling. Dilaksanakan bulan Juli-Agustus 2024. Populasi pasien MRSA di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati berjumlah 60 pasien. Dari 60 pasien MRSA didapatkan perempuan (32 sampel, 53,3%), usia terbanyak yaitu 48 tahun (4 sampel, 6,7%), diagnosis klinis terbanyak pada sepsis (12 sampel, 23,3%), komorbiditas Diabetes melitus tipe 2 (21 sampel, 35%), riwayat tindakan operasi debridement (20 sampel, 33,3%), riwayat pengggunaan infus (59 sampel, 98,3%), lama rawat terbanyak yaitu satu hari, dan mortalitas MRSA (33,3%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MRSA terbanyak pada jenis kelamin perempuan, usia 48 tahun, diagnosis klinis terbanyak pada sepsis, komorbiditas terbanyak pada Diabetes melitus tipe 2, riwayat tindakan operasi terbanyak pada debridement, penggunaan alat medis terbanyak pada penggunaan infus, lama rawat terbanyak 1 hari, dan mortalitas MRSA (33,3%).