Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi Sarcoptes scabiei dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan dengan kepadatan hunian tinggi, sanitasi kurang baik, serta perilaku kebersihan personal yang belum optimal. Berdasarkan data Puskesmas Sukawali, jumlah kasus skabies meningkat dari 10 kasus pada tahun 2024 menjadi 24 kasus pada tahun 2025, menunjukkan adanya tren peningkatan yang memerlukan perhatian khusus. Kegiatan Family Folder (FF) di wilayah kerja Puskesmas Sukawali dilakukan sebagai pendekatan kedokteran keluarga untuk mengidentifikasi faktor risiko, kondisi holistik pasien, serta merancang intervensi promotif, preventif, dan kuratif pada kasus skabies. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi klinis, faktor risiko individu dan lingkungan, serta efektivitas edukasi kesehatan dan tatalaksana komprehensif pada pasien dengan skabies. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan holistik melalui wawancara mendalam, pemeriksaan fisik, observasi lingkungan, dan analisis Mandala of Health. Intervensi meliputi pengobatan farmakologis dengan permethrin 5% dan antihistamin, serta edukasi mengenai pencegahan penularan, kebersihan diri, dan sanitasi lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko utama meliputi kebiasaan berbagi barang pribadi, kebersihan lingkungan yang kurang optimal, ventilasi rumah yang tidak memadai, serta keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai penularan skabies. Pasien menunjukkan perbaikan gejala setelah pengobatan dan edukasi, meskipun masih diperlukan pendampingan untuk mencegah kekambuhan dan penularan pada kontak erat. Kesimpulannya, pendekatan Family Folder efektif dalam mengidentifikasi determinan kesehatan dan mendukung penatalaksanaan skabies secara holistik.