Daya tahan kardiovaskular merupakan kemampuan jantung, pembuluh darah, dan paru-paru dalam mengambil, menyalurkan, serta memanfaatkan oksigen untuk memenuhi kebutuhan tubuh selama melakukan aktivitas fisik. Kemampuan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya indeks massa tubuh (IMT) dan kebiasaan berolahraga. Rendahnya daya tahan kardiovaskular dapat berdampak pada penurunan produktivitas kerja dan peningkatan risiko penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran daya tahan kardiovaskular berdasarkan indeks massa tubuh dan kebiasaan berolahraga pada karyawan Universitas Swadaya Gunung Jati. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 73 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data primer diperoleh melalui Harvard Step Test (tes naik turun bangku) yang dilanjutkan dengan pengukuran denyut nadi untuk menentukan kategori daya tahan kardiovaskular, sedangkan data IMT dan kebiasaan berolahraga diperoleh melalui pengukuran antropometri dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori daya tahan kardiovaskular sangat kurang paling banyak ditemukan pada responden dengan IMT obese I (13 orang), sedangkan kategori sangat baik didominasi oleh responden dengan IMT normal (11 orang). Berdasarkan kebiasaan berolahraga, responden yang berolahraga kurang dari tiga kali per minggu didominasi oleh kategori daya tahan kardiovaskular sangat kurang (23 orang). Disimpulkan bahwa daya tahan kardiovaskular yang rendah lebih banyak ditemukan pada responden dengan IMT obese I dan kebiasaan berolahraga kurang dari tiga kali per minggu, sehingga diperlukan upaya menjaga berat badan ideal dan meningkatkan aktivitas fisik secara teratur untuk memperbaiki kebugaran kardiovaskular.