Johansen Hutajulu
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BELAWAN TAHUN 2023 Mido Ester J. Sitorus; Johansen Hutajulu; Evawani Martalena Silitonga; Monica Sibagariang
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60810

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh anak balita yang memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian Stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Belawan. Metode penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional, pendekatan casecontrol. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Agustus. Populasi yaitu seluruh ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Belawan sebanyak 1462 orang. Sampel menggunakan teknik purposive sampling dan menggunakan rumus slovin. Sampel perbandingan 1:1 yaitu kasus 47 dan kontrol 47. Penelitian analisis bivariat dengan uji chi square dengan p-value < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel sarana air bersih, sarana jamban, sarana pembungan sampah, dan SPAL dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan diwilayah kerja Puskesmas Belawan. Nilai p-value sarana air bersih (p = 0,007 OR-95%CI = 3,437), sarana jamban (p = 0,003 OR-95%CI = 4,205), sarana pembuangan sampah (p = 0,013 OR-95%CI = 3,611), sarana pembuangan air limbah (p = 0,000 OR-95%CI = 6,982. Keluarga berperan penting dalam mencegah stunting dengan menjaga lingkungan agar terhindar dari terjadinya penyakit menular. Puskesmas harus menyediakan program dan membuat kebijakan untuk meningkatkan sanitasi lingkungan. Pemberian edukasi kesehatan kepada masyarakat dan menjalin kerjasama lintas sektor menjadi program krusial untuk menekan angka stunting pada anak.