Pengendalian persediaan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional dan meningkatkan efisiensi penggunaan modal kerja pada usaha ritel. Toko Tiga Jaya Sorong sebagai usaha ritel dengan konsep one stop shopping masih menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan persediaan, seperti pencatatan yang masih manual, belum diterapkannya perhitungan safety stock dan reorder point, pelaksanaan stock opname yang belum optimal, serta pengambilan keputusan pembelian yang masih bersifat intuitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengendalian persediaan dalam meningkatkan perputaran modal pada Toko Tiga Jaya Sorong. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif dan kuantitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis laporan keuangan dan data persediaan periode 2024–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian persediaan yang diterapkan masih belum optimal. Meskipun rasio perputaran persediaan meningkat dari 52,67 kali menjadi 74,20 kali dan Days Inventory Outstanding menurun menjadi 4,92 hari, kondisi tersebut lebih disebabkan oleh understocking daripada peningkatan efisiensi. Di sisi lain, rasio perputaran modal kerja menurun akibat adanya modal yang menganggur (idle cash). Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbaikan sistem pengendalian persediaan melalui digitalisasi pencatatan, penerapan Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), dan Safety Stock diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dan mempercepat perputaran modal kerja.