This Author published in this journals
All Journal THE COMMERCIUM
Imran Qudratullah
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PESAN MAYASI DALAM MENYAMPAIKAN PRODCUCT KNOWLEDGE MELALUI KONTEN INSTAGRAM @mayasi.id Imran Qudratullah; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81353

Abstract

Perkembangan komunikasi pemasaran digital mendorong merek untuk mengemas informasi produk secara menarik sekaligus mudah dipahami. Mayasi memanfaatkan Instagram @mayasi.id untuk menyampaikan product knowledge kepada audiens, terutama Generasi Z. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pesan Mayasi dalam menyampaikan informasi produk melalui konten Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Social Media Specialist, Content Planner, dan Graphic Designer Mayasi, observasi konten feeds, reels, dan stories, serta dokumentasi materi promosi digital. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pesan Mayasi disusun melalui content pillar yang mencakup konten engagement, promosi, informasi, dan edukasi. Penyampaian pesan menerapkan mix appeals dengan menggabungkan informasi atribut, varian, kemasan, rasa, dan manfaat produk dengan humor, POV, tren, serta visual yang relatable. Pengelolaan pesan dilakukan melalui sapaan “Hi Sobat Gensi”, bahasa semi formal dan santai, call to action, konten permainan, fitur interaktif, serta kolaborasi dengan influencer/KOL. Product knowledge disampaikan melalui kombinasi visual dan copywriting, penggunaan hook, konsistensi warna merek, dan konten teaser secara bertahap. Strategi tersebut bersifat adaptif dan efektif membangun kedekatan dengan Generasi Z, tetapi proporsi konten edukasi perlu diperkuat agar informasi produk tersampaikan lebih komprehensif.