Studi ini meneliti fenomena Budaya Diet Digital yang berkembang pesat di TikTok dan menganalisis peran gandanya dalam mempromosikan motivasi kesehatan sekaligus memperkuat tekanan estetika tubuh. Penggunaan TikTok yang meluas di Indonesia telah mengubah platform ini menjadi ruang digital dominan tempat narasi kesehatan, praktik diet, dan ideal tubuh diproduksi, diedarkan, dan dinormalisasi secara visual. Penelitian ini membahas tiga pertanyaan utama: bagaimana Budaya Diet Digital muncul dan berkembang di TikTok Indonesia, bagaimana pengguna menafsirkan tren diet digital sebagai sumber motivasi kesehatan, dan bagaimana tekanan estetika tubuh dibangun melalui konten terkait diet. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis mendalam, temuan menunjukkan bahwa Budaya Diet Digital beroperasi sebagai fenomena yang ambivalen. Di satu sisi, ia memberikan motivasi awal melalui informasi kesehatan yang mudah diakses dan komunitas virtual yang mendukung yang mendorong perubahan gaya hidup. Di sisi lain, motivasi ini dibayangi oleh tekanan estetika dominan yang diperintensifkan oleh algoritma TikTok, yang memprioritaskan tubuh ideal secara visual yang dicirikan sebagai ramping, kencang, dan tanpa cela. Representasi tersebut mendorong perbandingan sosial ke atas secara terus-menerus dan menghubungkan harga diri pengguna dengan validasi digital, menggeser fokus dari kesehatan fungsional ke obsesi kosmetik. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun Budaya Diet Digital menawarkan manfaat motivasi jangka pendek, mekanisme platform dan norma sosial yang terinternalisasi secara efektif mengubah niat yang berorientasi pada kesehatan menjadi kewajiban estetika, yang selanjutnya diperkuat oleh standar kecantikan budaya lokal. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan penguatan literasi media digital dan mendorong kebijakan platform yang memprioritaskan keragaman dan netralitas tubuh untuk menumbuhkan lingkungan digital yang lebih etis dan mendukung secara psikologis.