Dhuhriatun Nikmah
Universitas Muhammadiyah Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM PENERAPAN SMART VILLAGE 2024 UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE DI TIYUH CANDRA KENCANA KECAMATAN TULANG BAWANG TENGAH Dhuhriatun Nikmah; Eny Inti Suryani; Nur Islam
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1836-1841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pemerintah Tiyuh Candra Kencana Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam penerapan smart village 2024 untuk mewujudkan good governance. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya transformasi digital dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, transparansi, efektivitas pemerintahan, serta partisipasi masyarakat tiyuh. Namun, implementasi smart village di Tiyuh Candra Kencana masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital masyarakat dan aparatur tiyuh, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam penggunaan layanan digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan Kepalo Tiyuh, Sekretaris Tiyuh, Perangkat Tiyuh, dan masyarakat sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemerintah desa dalam penerapan smart village dilakukan melalui pengembangan smart government, smart community, smart environment, smart people, dan smart economy. Pemerintah tiyuh mulai menerapkan pelayanan administrasi berbasis digital, penyebaran informasi melalui media sosial, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan tiyuh. Penerapan prinsip good governance terlihat dari adanya transparansi pelayanan, partisipasi masyarakat, akuntabilitas, serta upaya peningkatan efektivitas pelayanan publik. Namun demikian, implementasi program belum berjalan optimal karena masih terbatasnya kompetensi digital aparatur, serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan layanan digital desa