p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan GSH
Kristiana Puji Purwandari
Akper Giri Satria Husada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK DENGAN TINGKAT KECEMASAN SOSIAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN Kristiana Puji Purwandari; David Wijaya Khrisma Dien
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i2.185

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan media sosial TikTok yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa dapat memberikan dampak terhadap kesehatan mental, salah satunya kecemasan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan media sosial TikTok dengan tingkat kecemasan sosial pada mahasiswa Fakultas Keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 151 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi penggunaan TikTok dan kuesioner tingkat kecemasan sosial, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi. Hasil: Analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan media sosial TikTok dengan tingkat kecemasan sosial (r = 0,650; p = 0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin lama durasi penggunaan TikTok, semakin tinggi tingkat kecemasan sosial pada mahasiswa. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan media sosial TikTok dengan tingkat kecemasan sosial pada mahasiswa Fakultas Keperawatan. Mahasiswa diharapkan dapat menggunakan media sosial secara bijaksana untuk menjaga kesehatan mental. ABSTRACT Background: The increasing use of TikTok among university students may have an impact on mental health, one of which is social anxiety. Objective: This study aimed to determine the relationship between the duration of TikTok use and the level of social anxiety among students of the Faculty of Nursing. Methods: This study employed a quantitative descriptive correlational design with a cross-sectional approach. A total of 151 students were selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using a TikTok usage duration questionnaire and a social anxiety questionnaire and were analyzed using a correlation test. Results: The analysis revealed a significant relationship between the duration of TikTok use and the level of social anxiety (r = 0.650; p = 0.000). The findings indicate that a longer duration of TikTok use is associated with higher levels of social anxiety among students. Conclusion: There is a significant relationship between the duration of TikTok use and the level of social anxiety among students of the Faculty of Nursing. Students are encouraged to use social media wisely to maintain their mental health.
EFEKTIVITAS SENAM KAKI DIABETIK UNTUK MENURUNKAN NYERI NEUROPATIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KECAMATAN PRACIMANTORO KABUPATEN WONOGIRI Kristiana Puji Purwandari; Karisma Sorvino
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i1.167

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan gula darah (hiperglikemia) dan intoleransi glukosa akibat produksi insulin yang tidak mencukupi oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi senam kaki untuk menurunkan intensitas nyeri pada penderita diabetes melitus dengan nyeri neuropatik. Metode: Penelitian ini memakai cara kuantitatif dengan uji visual analog scale dengan cara ketika sedang dilakukan senam kaki diabetik peneliti memperhatikan raut wajah pada pasien untuk mengukur tingkat skala nyeri, pada penelitian ini sample responden yang digunakan sebanyak 30 orang menjadi sample penelitian. Hasil: Hasil penelitian 10 responden menunjukkan terdapat penurunan rasa nyeri neuropati dahulu dan setelah dilakukan Gerakan kaki. Terdahulu gerakan kaki dilaksanakan, jumlah rata-rata adalah 6,70, sedangkan setelah senam kaki dilakukan, nilai ratarata turun menjadi 1,40. Hal ini menunjukkan adanya penurunan rasa nyeri, yang mengindikasikan pengaruh senam kaki pada penurunan rasa nyeri pasien diabetes melitus. Kesimpulan: Menurut temuan penelitian ini, penurunan rasa nyeri pada pasien diabtes melitus setelah dilakukan senam kaki diabetik rasa nyeri berkurang secara signifikan. Nilai p value sekitar 0,000<0.005 diperoleh dari hasil uji wilcoxon, menunjukan bahwa Ha tidak diterima sedangkan Ho diterima. Hal ini membuktikan adanya pengaruh sangat relevan antara senam kaki diabetik pada penurunan rasa nyeri pasien DM neuropatik. ABSTRACT Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease characterized by increased blood sugar (hyperglycemia) and glucose intolerance due to insufficient insulin production by the pancreas or the body's inability to use the insulin produced effectively. Objective: This study aims to determine the effectiveness of foot exercise therapy to reduce pain intensity in patients with diabetes mellitus with neuropathic pain. Method: This study uses a quantitative method with a visual analog scale test by observing the patient's facial expression while performing diabetic foot exercise to measure the level of pain scale, in this study a sample of 30 respondents was used as a research sample. Results: The results of the study of 10 respondents showed a decrease in neuropathic pain before and after foot exercises were performed. Before foot exercises were performed, the average number was 6.70, while after foot exercises were performed, the average value dropped to 1.40. This indicates a decrease in pain, which indicates the effect of foot exercises on reducing pain in patients with diabetes mellitus. Conclusion: According to the findings of this study, a decrease in pain in patients with diabetes mellitus after diabetic foot exercises significantly reduced pain. A p-value of approximately 0.000 <0.005 was obtained from the Wilcoxon test, indicating that Ha is rejected while Ho is accepted. This demonstrates the highly relevant effect of diabetic foot exercises on pain reduction in neuropathic DM patients.