Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN ECO-CULINARY TOURISM BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI STRATEGI KEWIRAUSAHAAN HIJAU (GREEN ENTREPRENUERSHIP) DI INDONESIA Resty Indria
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengembangan eco-culinary tourism yang didukung oleh pemanfaatan teknologi digital sebagai salah satu strategi dalam kewirausahaan hijau (green entrepreneurship) di Indonesia. Perkembangan sektor pariwisata, terutama pada subsektor wisata kuliner, memperlihatkan adanya pergeseran signifikan menuju praktik yang lebih berorientasi pada keberlanjutan, seiring dengan meningkatnya integrasi teknologi digital dalam berbagai aspek pengelolaannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (literature review), yang fokus pada penelaahan berbagai sumber ilmiah terkait konsep pariwisata berkelanjutan, teknologi pangan, serta kewirausahaan berbasis lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus membangun narasi kuliner yang berkelanjutan. Di sisi lain, penerapan praktik seperti pemanfaatan bahan baku lokal dan pengelolaan limbah yang efektif turut memperkuat aspek keberlanjutan linkungan. Lebih lanjut, eco-culinary tourism tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi sarana dalam membentuk identitas budaya, serta merefleksikan dinamika sosial masyarakat. Integrasi antara teknologi digitas, sistem pangan berkelanjutan, dan prinsip kewirausahaan hijau pada akhirnya menghasilkan suatu model pariwisata yang adaptif terhadap perubahan sekaligus berkelanjutan dalam jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribuso secara teoritis dalam penguatan kajian iterdisipliner, serta menawarkan implikasi praktis yang relevan bagi pelaku usaha maupun pembuat kebijakan.
Optimizing Environmental Sanitation Management at The Perawang Container Terminal to Achieve A Healthy Port Resty Indria; Sofyan Husein Siregar; Bayhakki Bayhakki
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/-.v8i2.570

Abstract

Environmental sanitation management in port areas has become increasingly important amid the growing intensity of global logistics activities. Perawang Container Terminal (PCT), one of the major ports in Riau Province, continues to face several unresolved sanitation issues, including the absence of a waste segregation system, temporary waste storage facilities that do not meet technical standards, irregular monitoring of clean water quality, management of hazardous and toxic waste (Bahan Berbahaya dan Beracun [B3]) without the required permits, and the absence of a disease vector control program. These conditions indicate a gap between current practices and healthy port standards as stipulated in Indonesian Ministry of Health Regulation No. 44 of 2014. This study aimed to assess the existing condition of environmental sanitation management at PCT, identify supporting and inhibiting factors, and formulate optimization strategies to achieve a sustainable healthy port. A qualitative case study approach was employed, involving 10 key informants selected through purposive sampling from PCT management, the Class I Health Quarantine Office of Pekanbaru, and the surrounding port community. Primary data were collected through observations using the Healthy Port Self-Assessment Form, semi-structured interviews, and document review, while secondary data were obtained from relevant institutional records. Existing conditions were analyzed descriptively, followed by SWOT analysis and the Analytic Hierarchy Process (AHP) to determine priority optimization strategies. These strategies were integrated with the Triple Bottom Line framework, encompassing environmental, social, and economic dimensions, to support the development of a sustainable healthy port.