Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE SIX SIGMA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN MEMINIMASI CACAT PRODUK PARFUM PADA HOME INDUSTRI XYZ Nurmahaliza Anggraini; Siti Aminatu Zuhria
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.577

Abstract

Home Industri XYZ merupakan usaha reseller parfum yang masih menghadapi permasalahan kualitas produk berupa tingginya angka return dari konsumen akibat botol bocor/retak. Kondisi tersebut menimbulkan kerugian bagi perusahaan serta menurunkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah cacat produk, mengukur tingkat sigma, menganalisis penyebab utama kecacatan, serta memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Six Sigma.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma dengan tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Berdasarkan data historis periode September–November 2025, total penjualan produk parfum sebanyak 18.500 unit dengan jumlah return sebesar 4.207 unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cacat dominan adalah botol bocor/retak dengan jumlah defect sebanyak 2.735 unit. Perhitungan diperoleh nilai Defects per Opportunity (DPO) sebesar 0,1478, Defects per Million Opportunities (DPMO) sebesar 147.800, dan tingkat sigma sebesar 2,54. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tingkat kecacatan produk masih cukup tinggi sehingga perlu dilakukan perbaikan proses.Berdasarkan analisis fishbone diagram, penyebab utama cacat botol bocor/retak berasal dari faktor manusia, metode, material, mesin, lingkungan, dan pengukuran. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi peningkatan kualitas botol dari pemasok, pelatihan tim packing, penggunaan material pelindung yang lebih baik, penyusunan SOP pengemasan, serta pengawasan kualitas sebelum pengiriman. Dengan penerapan Six Sigma diharapkan jumlah return dapat menurun dan kualitas produk meningkat.
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PABRIK HANGTAG RECYCLE PAPER BERBASIS ANALISIS ARC DAN OMH Nurmahaliza Anggraini; Siti Aminatu Zuhria
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.585

Abstract

Limbah potongan kertas dari sektor percetakan masih belum termanfaatkan secara optimal, meskipun memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Pabrik Hangtag Recycle Paper menawarkan solusi inovatif dengan mengubah limbah kertas menjadi hangtag ramah lingkungan yang dapat digunakan oleh industri fesyen dan kemasan. Penelitian ini bertujuan merancang tata letak fasilitas pabrik Hangtag Recycle Paper guna mengoptimalkan aliran proses produksi dan efisiensi operasional dengan menerapkan metode Activity Relationship Chart (ARC) dan perhitungan Ongkos Material Handling (OMH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi terbaik untuk pendirian pabrik adalah Jakarta, dengan perolehan skor tertinggi sebesar 285 berdasarkan metode matriks evaluasi. Kebutuhan mesin dan peralatan meliputi blender industri, mould & deckle, mesin press, mesin pond, mesin emboss, serta peralatan finishing, dengan kapasitas produksi sebesar 200 unit/hari. Total luas area pabrik yang diperlukan adalah 324 m². Perhitungan OMH menggunakan alat angkut forklift menghasilkan biaya penanganan material sebesar Rp773,33 per meter, dengan total biaya pemindahan antar departemen mencapai Rp22.392,63 per siklus produksi.