Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI BIOFISIK TAMAN WISATA ALAM GUNUNG MEJA KABUPATEN MANOKWARI PROVINSI PAPUA BARAT UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA Krisma Lekitoo; Novita Panambe
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi biofisik serta keanekaragaman flora dan fauna di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Meja, Manokwari untuk pengembangan ekowisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik survei dan jalur berpetak (Continus Strip sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, meliputi berbagai jenis tumbuhan berkayu dan non-kayu, serta fauna seperti burung, mamalia, reptil, kupu-kupu dan amfibi. Struktur vegetasi menunjukkan kondisi yang kurang stabil akibat tekanan aktivitas manusia seperti penebangan dan perambahan. Selain potensi biologis, kawasan ini juga memiliki potensi fisik berupa mata air, goa, dan situs sejarah yang mendukung pengembangan ekowisata. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi dan pengelolaan terpadu untuk menjaga kelestarian kawasan.
STRUKTUR DAN KOMPOSISI TUMBUHAN BERKAYU PADA KAWASAN HUTAN PANTAI PULAU MANSWAR KABUPATEN RAJA AMPAT PROVINSI PAPUA BARAT DAYA UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA Krisma Lekitoo; Novita Panambe
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi tumbuhan berkayu pada hutan pantai Pulau Manswar, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan hutan pantai tersusun atas 80 jenis vegetasi dari 35 famili, dengan rincian pada tingkat semai 54 jenis, pancang 50 jenis, tiang 41 jenis, dan pohon 29 jenis. Struktur vegetasi tergolong normal dengan dominasi famili Meliaceae dan Myrtaceae. Pada tingkat semai dan pancang, jenis dominan adalah Chionanthus macrophylla, sedangkan pada tingkat tiang dan pohon didominasi oleh Archidendron pachycarpum. Komposisi vegetasi menunjukkan adanya regenerasi yang baik, namun tetap memerlukan upaya konservasi mengingat kerentanan ekosistem hutan pantai terhadap gangguan lingkungan.