. Penelitian ini menggunakan evaluasi model Kirkpatrick pada Training of Facilitator (ToF) di KSR PMI Unit 02 IAIN Bone. Dari empat level Kirkpatrick, penelitian ini hanya memakai dua, yaitu level reaksi dan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah mixed method untuk memperoleh data mendalam dan komprehensif melalui triangulasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, tes, kuesioner, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian pada level reaction menunjukkan bahwa aspek yang diukur meliputi relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan, kompetensi fasilitator, fasilitas pendukung kegiatan, serta efektivitas penggunaan waktu. Berdasarkan analisis deskriptif, skor terendah berada pada kelas interval 41–43 sebesar 11,1% (1 responden), sedangkan skor tertinggi berada pada kelas interval 47–49 sebesar 33,3% (3 responden). Jumlah data valid sebanyak 9 responden tanpa data hilang, dengan nilai mean 44,22, standar deviasi 3,86, dan varians 14,94. Pada level learning, hasil wawancara menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengalaman berkesan karena materi yang disampaikan fasilitator mampu meningkatkan motivasi melalui metode yang memadukan materi dan permainan. Peserta juga menilai bahwa fasilitator harus memiliki kompetensi penguasaan materi dan kemampuan komunikasi yang baik. Selain itu, terdapat perubahan kemampuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan, terutama dalam keberanian berbicara di depan umum serta keaktifan dalam kegiatan. Setelah dinyatakan lulus ToF, peserta diberi kesempatan menjadi fasilitator di tingkat sekolah sebagai syarat memperoleh nomor keanggotaan.