Windra Windra
Universitas Muhammadiyah Palopo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Tiktok Live Terhadap Keputusan Pembelian Preloved Baju (Studi Pada Generasi Z Dikota Palopo) Windra Windra; Muammar Khaddapi; Sri Wahyuny Mustafa
Score: Jurnal Lentera Manajemen Pemasaran Vol. 4 No. 01 (2026): Mei 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lmp.v4i01.1342

Abstract

Perkembangan media sosial mendorong munculnya live streaming commerce yang memengaruhi perilaku konsumen, khususnya Generasi Z. TikTok Live menjadi salah satu platform yang memungkinkan komunikasi secara real-time antara penjual dan pembeli sehingga mampu membentuk interaksi sosial dan kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social presence dan trust terhadap keputusan pembelian produk preloved fashion melalui TikTok Live pada Generasi Z di Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow karena ukuran populasi tidak diketahui, dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 10%. Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan minimal 96 responden yang kemudian dibulatkan menjadi 100 responden agar hasil penelitian lebih representatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria responden berdomisili di Kota Palopo, berusia 18–27 tahun, aktif menggunakan TikTok Live, dan pernah membeli produk preloved fashion minimal satu kali dalam tiga bulan terakhir. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social presence dan trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara parsial maupun simultan. Trust merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan pembelian. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa penjual perlu meningkatkan social presence serta membangun kepercayaan konsumen melalui interaksi yang aktif, transparan, dan responsif untuk mendorong keputusan pembelian.