Dakwah Jumlah muallaf di Indonesia terus mengalami peningkatan. Data Mualaf Center Indonesia (MCI) mencatat sekitar 2.854 orang masuk Islam pada tahun 2016 melalui lembaga tersebut di berbagai wilayah. Namun, sebagian mualaf masih menghadapi keterbatasan dalam praktik keagamaan dan kondisi ekonomi yang kurang memadai, sehingga berpotensi mengalami kesulitan dalam mempertahankan keislamannya. Penelitian ini bertujuan menawarkan model kebaruan berupa integrasi pemberdayaan ekonomi dan penguatan spiritual muallaf. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan spiritual menjadi dasar utama dalam proses adaptasi muallaf melalui kegiatan taklim, kajian rutin, pembelajaran kisah nabi, pendalaman tauhid, dan pembiasaan dzikir. Selain itu, konseling holistik juga berperan penting dalam mendukung penyesuaian diri para muallaf. Dari aspek ekonomi, konsep ekonomi inklusif menjadi pendekatan strategis dalam memberdayakan muallaf yang rentan secara sosial-ekonomi melalui integrasi nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Pendekatan ini terbukti meningkatkan kemandirian ekonomi serta memperkuat harmoni sosial melalui pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro, akses permodalan, dan pendampingan kewirausahaan. Namun demikian, implementasi program pemberdayaan masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, sarana, dan dukungan kelembagaan. Meskipun demikian, model pembinaan terintegrasi seperti yang diterapkan oleh Mualaf Center Indonesia menunjukkan bahwa integrasi antara aspek spiritual dan ekonomi mampu meningkatkan pemahaman keislaman, kepercayaan diri, serta kemandirian mualaf secara berkelanjutan.