Fitriani Ihsan
Pemalang Institute of Islamic Studies

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Metode Muhadatsah dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Arab di Pondok Pesantren Nuruttauhid Bulukumba Mutiah Iqbal; Fitriani Ihsan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Muhadatsah dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab (maharah kalam) santriwati di Pondok Pesantren Nuruttauhid Bulukumba. Penelitian ini mengimplementasikan pendekatan mixed method yang memadukan data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pre-test dan post-test keterampilan berbicara dalam bahasa Arab, sementara data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 36 santriwati yang meliputi santriwati dari angkatan 4 dan angkatan 5. Instrumen untuk menilai kemampuan berbicara bahasa Arab mencakup aspek kelancaran, ketepatan penggunaan tata bahasa, penguasaan kosakata, keakuratan pelafalan, dan keberanian dalam berbicara. Data kuantitatif dianalisis dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test, sementara data kualitatif dianalisis melalui pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa metode Muhadatsah berhasil meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab santriwati. Ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dari 68,7 pada pre-test menjadi 85,9 pada post-test. Di samping itu, metode Muhadatsah juga meningkatkan rasa percaya diri, keaktifan berkomunikasi, dan penguasaan kosakata santriwati dalam penggunaan bahasa Arab sehari-hari. Faktor yang mendukung pelaksanaan metode Muhadatsah mencakup lingkungan pesantren yang mendorong penggunaan bahasa Arab, pembiasaan bicara sehari-hari, serta motivasi dari guru. Di sisi lain, faktor yang menghambat termasuk keterbatasan penguasaan kosakata dan perbedaan kemampuan dasar bahasa Arab antara santriwati