Muhammad Shabibur Rahmat
STAI Darul Ulum Banyuwangi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Budaya Ilmiah : Strategi Program Karya Tulis Ilmiah sebagai Media Penguatan Kompetensi Berpikir Kritis di Sekolah Lia Aulal Farah; Muhammad Shabibur Rahmat
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perubahan literasi akademik melalui program Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai sarana peningkatan kemampuan literasi di tingkat sekolah menengah. Minimnya budaya membaca di antara siswa dan kebutuhan keterampilan abad ke-21 menjadi alasan utama dalam penelitian ini. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif yang mengandalkan jenis penelitian kepustakaan. Data sumber meliputi artikel jurnal ilmiah terakreditasi, dokumen kebijakan, serta buku teks dan referensi teoretis yang mendukung. Metode analisis data memakai analisis isi (content analysis) dilaksanakan dalam tiga langkah: pengurangan data, presentasi data, dan pengambilan kesimpulan. Kepastian data dijamin melalui triangulasi sumber.Temuan penelitian mengindikasikan bahwa KTI memiliki dasar teori yang kokoh dalam konstruktivisme dan sejalan dengan kebijakan Gerakan Literasi Sekolah serta Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis proyek. Secara empiris, pelaksanaan KTI terbukti memberikan dampak positif pada peningkatan literasi ilmiah dan kemampuan berpikir kritis siswa, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian di SMA Negeri Kotabaru, SMA Negeri 1 Baktiraja, dan MA Al-Ittihad Belung. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan program terdiri dari: (1) dukungan dalam penyediaan sumber belajar, (2) pelatihan dan pendampingan guru yang berkelanjutan, dan (3) koordinasi yang terstruktur serta kolaborasi dengan perguruan tinggi. Tantangan utama yang dihadapi meliputi rendahnya pemahaman tentang metodologi penelitian di kalangan guru, bimbingan yang tidak konsisten, serta akses yang terbatas terhadap referensi ilmiah yang berkualitas.Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa program KTI tidak hanya menjadi persyaratan administratif kelulusan, tetapi juga merupakan investasi strategis untuk memperkuat kompetensi akademik, kemampuan berpikir kritis, dan integritas ilmiah siswa. Diperlukan komitmen sistemik sekolah, peningkatan kapasitas guru yang berkelanjutan, dan penyesuaian kompleksitas KTI sesuai dengan kemampuan siswa. Studi lanjutan disarankan untuk mengevaluasi pengaruh jangka panjang program KTI terhadap persiapan akademis mahasiswa di universitas.