Mayor M.H. Manurung
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Cenderawasih

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA LUKISAN KULIT KAYU MASYARAKAT ASEI DISTRIK SENTANI TIMUR Emanuela Merlin Tandi; Pitriana Tandililing; Mayor M.H. Manurung
Journal of Education Papua Baru Vol. 1 No. 2 Desember (2022)
Publisher : FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Ethnomathematical Exploration of the Bark Painting of the Asei Community, East Sentani District. This research is an ethnographic research. The purpose of this study was to explore and analyze the mathematical elements in the Asei community's bark painting which can be used as a source of school mathematics learning. Interviews were conducted with two informants who are “painters” who know and understand the meaning of each painting motif. Collecting data using observation, interviews, documentation and studies literature. The instrument in this study was the researcher himself and the supporting instrument in the form of an interview guide. The results of this study indicate that: (1) the motifs contained in the painting on the bark are: iuwga, khel ea uw, melemay, khaley, mandelauw, yanggunibhi, hiyo-rale, raysim-rale, fouw, isomo, fendei. (2) The mathematical elements contained in the painting motifs are: congruence, rectangle, triangle, kite, rhombus, circle, acute angle, obtuse angle, curved line, reflection, and rotation. Keywords: Ethnomathematics, Bark Painting, Asei Society. Abstrak: Eksplorasi Etnomatematika pada Lukisan Kulit Kayu Masyarakat Asei, Distrik Sentani Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis elemen-elemen matematika yang terdapat pada lukisan kulit kayu masyarakat Asei, yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran matematika sekolah. Wawancara dilakukan bersama dua orang informan kunci yang merupakan "pelukis" yang mengetahui dan memahami makna dari setiap motif lukisan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument), yang didukung oleh instrumen penunjang berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) motif-motif yang terkandung dalam lukisan pada kulit kayu tersebut meliputi iuwga, khel ea uw, melemay, khaley, mandelauw, yanggunibhi, hiyo-rale, raysim-rale, fouw, isomo, dan fendei; (2) elemen-elemen matematika yang terdapat pada motif lukisan tersebut meliputi kekongruenan, persegi panjang, segitiga, layang-layang, belah ketupat, lingkaran, sudut lancip, sudut tumpul, garis lengkung, refleksi (pencerminan), dan rotasi (perputaran). Kata kunci: Etnomatematika, Lukisan Kulit Kayu, Masyarakat Asei.