Juan Fahirza Putra
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Non-Formal Public History Education: The Mlaku Magelang Strategy in Fostering Historical Awareness among Generation Z Pina Dhea Tafana; Bunga Hidayati; Juan Fahirza Putra; Meive Greyne Kudampa; Berlindya Budi Astari
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 10 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v10i2.35052

Abstract

One of the informal efforts to foster historical awareness is establishing an action-oriented platform that presents historical data tangibly and physically accessibly. This study aims to analyze the strategies of Mlaku Magelang in constructing local historical narratives relevant to the characteristics of Generation Z integrated through the modern elements of walking tours and to uncover the internalizations of local historical values. This study employed a qualitative approach with a descriptive case study design, with data gathered through observation and interviews. David Kolb’s Experiential Learning theory was utilized as the analytical framework. The findings indicate that Mlaku Magelang successfully implemented an adaptive and contextual communication approach tailored to Generation Z's lifestyle by selecting engaging routes and providing tokens of appreciation to participants. Furthermore, the activity leveraged modern elements, including visual aids, historical documents, visual aesthetics, and thematic dress codes worn by storytellers. Through the direct experience of traversing urban spaces, Generation Z participants responded positively, as evidenced by high levels of interaction and the publication of their activities on Instagram. Theoretically, this research contributes to enhancing public historical literacy; practically, it serves as a conceptual reference for digital history pedagogy that blends urban physical activity with social media activism. Ultimately, this study contributes to bridging the intergenerational historical communication gap, preventing identity crises, and strengthening the nation's collective memory in the future.
Warisan budaya Sungai Musi: Studi historis peran sungai dalam perkembangan Kota Palembang Juan Fahirza Putra; Rhoma Dwi Aria Yuliantri
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 19, No 2 (2025): Tema Alternatif dalam Historiografi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v19i22025p256-274

Abstract

Sungai Musi merupakan elemen vital dalam sejarah dan budaya Kota Palembang. Sungai ini tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi dan perdagangan, tetapi juga menjadi pusat peradaban, spiritualitas, dan identitas lokal sejak masa Kerajaan Sriwijaya hingga era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara historis peran Sungai Musi dalam membentuk dinamika sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Palembang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, dokumentasi arsip sejarah, serta wawancara dengan tokoh lokal dan sejarawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Musi berperan sebagai penghubung utama jaringan perdagangan internasional pada masa Sriwijaya, pusat penyebaran Islam di era Kesultanan Palembang, serta ruang sosial budaya masyarakat tradisional dan kolonial. Dalam perkembangan kontemporer, Sungai Musi menghadapi tantangan degradasi lingkungan dan pergeseran fungsi sosial. Meski demikian, berbagai upaya pelestarian dan revitalisasi berbasis partisipasi masyarakat telah digagas untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya sungai ini.