Aulia Syahputri Sinaga
Universitas Pembangunan Panca Budi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Ekonomi Hijau dan Kewirausahaan Sosial melalui Pendampingan Komunitas Binaan di Kota Medan Annisa Ilmi Faried; Rahmad Sembiring; Ahmad Fadlan; Aulia Syahputri Sinaga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.184

Abstract

Rendahnya kapasitas ekonomi hijau dan minimnya orientasi kewirausahaan sosial menjadi kendala utama keberlanjutan usaha mikro pada komunitas binaan di Kota Medan, di tengah tekanan degradasi lingkungan dan ketimpangan ekonomi perkotaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas ekonomi hijau dan kewirausahaan sosial mitra melalui pendekatan pendampingan partisipatif selama enam bulan. Metode pelaksanaan meliputi asesmen kebutuhan, sosialisasi dan diskusi kelompok terfokus, pelatihan tematik, pendampingan teknis lapangan, monitoring-evaluasi, serta diseminasi hasil kepada 42 mitra yang tersebar pada empat klaster usaha, yaitu kuliner, kerajinan dan daur ulang, urban farming, serta jasa kreatif digital. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan rata-rata omzet bulanan pada seluruh klaster usaha selama periode pendampingan, serta peningkatan skor kompetensi mitra pada enam dimensi utama, yaitu pemahaman ekonomi hijau, literasi keuangan, literasi digital dan pemasaran, kewirausahaan sosial, pengelolaan limbah, serta jejaring dan kemitraan. Diagram laba-laba (radar chart) memperlihatkan lonjakan skor tertinggi pada dimensi pemahaman ekonomi hijau dan pengelolaan limbah/daur ulang, sejalan dengan penguatan praktik ekonomi sirkular berbasis rumah tangga. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan terstruktur berbasis kolaborasi akademisi, komunitas, dan lembaga swadaya masyarakat mampu mendorong transisi usaha mikro perkotaan menuju model bisnis yang lebih hijau dan berdampak sosial. Program disarankan dilanjutkan dengan skema pendampingan lanjutan serta fasilitasi akses pembiayaan hijau bagi keberlanjutan jangka panjang.