Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Land Evaluation and Suitability for Development of Sorghum (Sorghum Bicholor L.) on Peat Land Juniarti Juniarti; Nofrita Sandi; Afrima Sari; Asdi Agustar; Dyah Puspita Sari
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol. 31 No. 2: May 2026
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts..v31i2.83-91

Abstract

Sorghum (Sorghum bicolor L.) is an annual cereal crop with high adaptability to marginal and acidic environments, making it a promising option for peatland development in Indonesia. This study evaluated land suitability for sorghum cultivation in West Sumatra, Indonesia, using purposive sampling and field survey methods at the regency scale, in accordance with the FAO land evaluation criteria. Land characteristics were analyzed based on climatic, soil, and hydrological parameters. The results show that three peatland types in the study area are classified as moderately suitable with nutrient retention limitations (S2nr). These peatlands are characterized by average temperatures of 25–27 °C, annual rainfall below 2,000 mm, relative humidity below 75%, good drainage, peat depths exceeding 60 cm, and acidic soil conditions (pH 4.4–5.1). Low availability of nitrogen, phosphorus, and potassium was identified as the primary limiting factor for sorghum cultivation. Overall, the findings indicate that peatlands in West Sumatra have substantial potential for sustainable sorghum development, provided that appropriate soil fertility and nutrient management strategies are implemented.
Pengembangan Sistem Rekomendasi Komoditas Unggulan Tanaman Budidaya Berbasis Survei Ke sesuaian Lahan untuk Pemberdayaan Petani Nagari Sungai Puar, Agam Meisilva Erona S; Nika Yanti; Nofrita Sandi; Anggi Lubis; Muhammad Husaini; Monalisa Sihaan; Miratil Hayati; Rahmad Fadnil; Nalvindra; Yudha Setiawan; Ridho Dermawan
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1837

Abstract

Nagari Sungai Puar, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas dan beragam. Namun, keterbatasan informasi mengenai kesesuaian lahan untuk jenis komoditas tertentu menjadi salah satu kendala dalam optimalisasi hasil budidaya dan peningkatan pendapatan petani. Banyak petani masih memilih komoditas berdasarkan kebiasaan turun-temurun tanpa memperhatikan karakteristik biofisik lahan, sehingga hasil produksi tidak maksimal. Program ini bertujuan untuk mengembangkan sistem rekomendasi komoditas unggulan tanaman budidaya yang berbasis pada hasil survei kesesuaian lahan, sebagai upaya strategis dalam memberdayakan petani lokal. Metode yang digunakan meliputi pemetaan dan analisis lahan (sifat fisik, kimia, topografi, dan iklim mikro), identifikasi komoditas unggulan potensial, serta pengembangan sistem sederhana berbasis visual (manual atau digital sederhana) yang mudah digunakan oleh petani. Kegiatan ini juga akan melibatkan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani agar mereka dapat memahami hasil survei, memanfaatkan sistem rekomendasi, dan mengaplikasikannya dalam kegiatan budidaya secara lebih tepat guna dan berkelanjutan. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan membuka peluang pengembangan agroindustri berbasis komoditas unggulan daerah.Dengan pendekatan partisipatif, program ini tidak hanya memberikan solusi berbasis data, tetapi juga mendorong transfer teknologi, kemandirian petani, dan pengembangan potensi wilayah secara berkelanjutan.
Penerapan MOB 6 untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dari Kotoran Ternak di Kecamatan Kuranji, Padang Mimien Harianti; Gusnidar; Aprisal; Lusi Maira; Gusmini; Oktanis Emalinda; Nofrita Sandi; Nurul Hijri; Retno Meitasari; Zuldadan Naspendra
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 5 No. 1 (2026): APRIL
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v5i1.69

Abstract

Kotoran ternak yang tidak dikelola dengan baik dapat melepaskan gas rumah kaca (GRK), khususnya metana (CH₄) dan dinitrogen oksida (N₂O), yang berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan dan perubahan iklim. Peternak skala kecil seringkali kekurangan teknologi tepat guna untuk mempercepat penguraian pupuk kandang sekaligus meminimalkan emisi. Program pengabdian masyarakat ini memperkenalkan MOB 6, konsorsium mikroorganisme yang dikembangkan secara lokal, untuk mendukung pengelolaan pupuk kandang ramah lingkungan di Kelompok Peternak Rimbo Tarok Jaya, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang terdiri dari (1) koordinasi awal dengan kelompok tani, (2) sesi edukasi tentang emisi GRK dan manfaat MOB 6, (3) demonstrasi produksi MOB 6, dan (4) penerapan langsung MOB 6 pada kotoran sapi segar diikuti dengan praktik pengomposan terpandu. Kegiatan tersebut meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis petani dalam menyiapkan dan menerapkan MOB 6, mengurangi bau pupuk kandang, dan mendorong pengomposan lebih cepat. Program ini menunjukkan bahwa teknologi MOB 6 dapat berfungsi sebagai strategi praktis dan berbiaya rendah untuk meningkatkan pengelolaan limbah ternak yang berkelanjutan sekaligus mendukung mitigasi emisi gas rumah kaca di tingkat masyarakat.