Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Studi Kasus Social Enterprise dari Sudut Pandang Konsep Design for Happiness Devanny Gumulya
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v1i18.5083

Abstract

Perkembangan teknologi manufaktur dan informasi mendorong perubahan nilai-nilai perekonomian. Berdasarkah hasil riset dari Philips di tahun 2014, dinyatakan akan makin besar ekonomi berbasis transformasi. Dalam konteks ini muncullah, bisnis bermodel social enterprise, bisnis yang bertujuan untuk menangani masalah sosial, meningkatkan kapasitas komunitas, memberikan pekerjaan dan training kepada komunitas, atau membantu lingkungan. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir start up berbasis social enterprise mengalami peningkatan yang cukup signifikan baik secara local maupun global. Di sisi lain, Design for happiness adalah desain yang memberikan kebahagiaan pada konsumen, melalui tiga hal desain yang memelihara hubungan sosial, desain yang memaknai kehidupan seseorang, desain yang membuat konsumen berpartisipasi aktif. Dalam tulisan ini, dikaji tiga bisnis social enterprise : Sukhacitta, Du’Anyam dan Toms, bagaimana ketiga bisnis ini menjalankan visinya dan dianalisa dari kacamata design for happiness: bagaimana visi diimplentasikan dalam konteks desain yang secara eksplisit bisa dilihat kostumer. Hasil kajian adalah masing-masing social enterprise memiliki keunikannya masing-masing, tapi ada tiga elemen yang paling dapat mencerminkan visi social enterprise. Yang pertama adalah produk dengan desain yang gaya casual dan nyaman untuk kegiatan sehari-hari, yang kedua adalah logo yang mengkomunikasikan visi tidak literal tapi konsumen dapat menghubungkan visi dan logo dengan mudah bila membaca informasi yang ada di website. Yang ketiga adalah konten sosial media bercerita pembangunan kapasitas dan peningkatan kualitas hidup komunitas yang dibangun. The rapid development of technology and information system changes the people’s perception of what constitutes as economical value. There are four economic paradigms: the industrial, experience, knowledge and transformation economies. It is also stated that transformative economy will be bigger in the coming year. Within this context come the concept of social enterprise. Business with a vision to solve social problem and to build impoverished communities’s capacities, give job and training to the community or helping solving environmental problem. Within last five years, social enterprises show growth significantly locally and globally. On the other hand, design for happiness is a concept in which design could give happiness to its consumer through three approaches: design for fostering social relationships and belongingness, design for meaning in life, design for happiness makes consumers active. In this paper analyzed three social enterprises: Sukhacitta, Du’Anyam and Toms. How they run their mission under design for happiness perspective. The study shows that each social enterprise has its own uniqueness. There are three elements that could describe their vision the best. The first one is trough making products that are casual and comfortable for daily use, second their logo should communicate the vision not literal but people could connect easily by reading the information in the website. The last one is social media content should describe the social activities that have been done to improve the quality of communites’s life.
Perancangan Desain Tas Dengan Pendekatan Strategi Blue Ocean Devanny Gumulya; Jeny Angreini
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v19i1.7009

Abstract

Desain produk adalah keilmuan yang selalu mencari inovasi dan kebaruan dalam prosesnya. Blue Ocean Strategy (BOS) adalah strategi bisnis mencari pasar baru dengan menawarkan nilai yang berbeda dari kompetitor lainnya. Paper ini menghubungkan kerangka pemikiran BOS dalam proses desain. Empat langkah kunci dari BOS adalah eliminasi, kurangi, tingkatkan dan ciptakan. Langkah-langkah ini di implementasi pada proses pencarian ide untuk perancangan tas. Dari pendekatan BOS, proses desain menjadi lebih terarah, terstruktur dan nilai inovasi dari produk dapat didapatkan dengan cepat. Hasil dari paper ini adalah rancangan desain tas yang inovatif dengan sistem mekanisme yang dapat merubah tas dalam tiga bentuk, sehingga tas dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari juga aktivitas pada akhir pekan. Industrial design is a discipline that always looks for innovation and novelty within the process. Blue Ocean Strategy (BOS) is a business strategy looking for new markets by offering different values than other competitors. This Paper connects the BOSS's framework in the design process. The four key steps of the BOS are the elimination, reducing, upgrading and creating. These steps are implemented in the design process. In the BOS approach, the design process becomes more directional, structured and the product concept innovativeness can be obtained quickly. The result of this paper is bag for young millennials with new innovative mechanism that allow the bag with 3 forms therefore it can be used for daily and leisure activities.
Perancangan Desain Produk dengan Inspirasi Art Nouveau Era Tahun 1809-1920 dengan Metode Peta Morfologi Devanny Gumulya; Sisilia Huang; Eileen Florean Gunawan
Jurnal Desain Idea: Jurnal Desain Produk Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/iptek_desain.v20i1.9328

Abstract

Peta morfologi berasal dari keilmuan teknik. Artikel ini mempelajari cara menerapkannya dalam proses desain kreatif yang memungkinkan pemikiran yang berbeda dan logis untuk digunakan secara bersamaan. Selanjutnya dibahas karya mahasiswa desain produk yang merancang dengan menggunakan grafik morfologi. Sejarah, bagaimanapun, telah mengilhami banyak desainer untuk menciptakan banyak hal baru. Art Nouveau adalah sebuah gerakan seni arsitektur dan dekoratif yang lahir dan berpusat di Eropa Barat sekitar tahun 1809 - 1920 berawal dari Paris dan menyebar ke Amerika Serikat dan wilayah Eropa lainnya. Salah satunya adalah Catalan, juga dikenal sebagai Art Nouveau Catalan, gerakan seni dari wilayah Catalan (Barcelona, Girona, Lleida, Tarragona). Garis asimetris dan bergelombang, bentuk alami (organik) seperti tangkai, kuncup bunga, tanaman merambat dan sayap serangga adalah ciri khas Art Nouveau Catalan untuk memberikan kesan elegan. Sementara Art Nouveau AS terkenal dengan mosaik kaca organik. Tujuan dari studi ini adalah untuk mencapai kaca dan desain lampu dinding yang menggabungkan elemen Art Nouveau dengan preferensi mahasiswa desain produk. Hasil riset adalah kerangka untuk menggunakan grafik morfologi dalam proses desain proyek jangka pendek. Luaran akhir artikel ini menghasilkan 11 (sebelas) ide desain produk baru. Morphology charts come from engineering discipline, this paper studies how to apply them in a creative design process that allows divergent and logical thinking to be used simultaneously. The paper discusses product design students' work to design using morphological charts. History, however, has inspired many designers to create many new things. Art Nouveau is an architectural and decorative art movement that was born and centered in Western Europe around 1809 – 1920 from Paris and spread to the US and other regions of Europe. One of them is Catalan, also known as Art Nouveau Catalan, art movements from the Catalan region (Barcelona, Girona, Lleida, Tarragona). Asymmetrical and wavy lines, natural (organic) forms like stalks, flower buds, vines and insect wings are unique works of Art Nouveau Catalan to give an elegant impression. While Art Nouveau US is renowned for organic glass mosaics. The paper objective is to achieve glassware and wall lamp design combining Art Nouveau elements with product design student preferences. The result of this paper is a framework for using morphological charts in a short-term project design process. This exercise produces 11 (eleven) new product design ideas.