Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Paradoks Masyarakat Digital: Transformasi Relasi Sosial dan Kerentanan Kesehatan Mental pada Generasi Muda Amalia Nur Ramadhani
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi sosial, pembentukan identitas, dan cara individu menjalani kehidupan sehari-hari. Teknologi digital memberikan kemudahan akses informasi, komunikasi, dan dukungan sosial. Namun, intensitas penggunaan media digital juga memunculkan berbagai tantangan terhadap kesehatan mental pada generasi muda. Artikel ini menganalisis kesehatan mental di era digital melalui perspektif sosiologis dengan menelaah hubungan antara transformasi sosial, budaya digital, dan kesejahteraan psikologis individu. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa meningkatnya penggunaan media sosial menciptakan fenomena Fear of Missing Out (FoMO), cyberbullying, kecanduan digital, budaya perbandingan sosial, dan krisis identitas yang berdampak pada meningkatnya kecemasan, stres, dan depresi. Perspektif sosiologi menjelaskan masalah kesehatan mental tidak hanya bersumber dari faktor individual, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan struktur sosial dan melemahnya ikatan sosial. Upaya menjaga kesehatan mental di era digital memerlukan pendekatan multidimensional melalui penguatan modal sosial, literasi digital, dan ruang digital yang aman. Oleh karena itu, teknologi digital dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas hidup tanpa mengorbankan kesehatan mental individu.