Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ketika ChatGPT Menjadi Teman Curhat: Kesehatan Mental di Era Digital Azzura Laila Amalisy
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan dukungan kesehatan mental di masyarakat digital yang beriringan dengan tingginya tekanan akademik, pekerjaan, dan perubahan sosial, mendorong munculnya praktik baru dalam mencari bantuan emosional, salah satunya melalui ChatGPT dan kecerdasan buatan sebagai media curhat. Esai ini bertujuan mengkaji peran ChatGPT dalam memberikan dukungan psikologis awal serta menjelaskan alasan masyarakat memilih AI sebagai tempat berbagi masalah, seperti kebutuhan akan akses cepat, rasa aman, dan minimnya stigma. Pembahasan menyoroti berbagai manfaat penggunaan ChatGPT, antara lain kemudahan akses tanpa batas ruang dan waktu, ketersediaan layanan 24 jam, anonimitas yang melindungi identitas, fungsi sebagai media refleksi diri melalui dialog terstruktur, serta perannya dalam edukasi kesehatan mental yang mudah dipahami. Namun, esai ini juga menyampaikan keterbatasan dan risiko, seperti ketiadaan empati manusia, potensi kesalahan atau simplifikasi informasi psikologis, serta risiko ketergantungan berlebihan pada AI sehingga mengurangi pencarian bantuan profesional. Disimpulkan bahwa ChatGPT berpotensi menjadi pendamping digital yang bermanfaat dalam memberikan dukungan emosional awal dan meningkatkan literasi kesehatan mental, tetapi tidak dapat menggantikan psikolog, konselor, maupun tenaga kesehatan mental profesional dalam menangani permasalahan psikologis yang kompleks.