Perkembangan permasalahan kesehatan mental mendorong perlunya inovasi layanan publik yang mampu mendukung kesejahteraan masyarakat secara inklusif, termasuk melalui perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan biblioterapi sebagai layanan perpustakaan dalam mendukung pembelajaran masyarakat yang mengalami masalah kesehatan mental. Penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka (library research) dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, serta dokumen resmi yang relevan dengan topik biblioterapi, layanan perpustakaan, pembelajaran masyarakat, dan kesehatan mental. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, seleksi, pengelompokan tema, perbandingan, dan sintesis berbagai hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa perpustakaan telah mengalami transformasi dari penyedia informasi menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan mental. Biblioterapi merupakan salah satu inovasi layanan yang efektif karena mampu membantu pengguna meningkatkan pemahaman diri, kemampuan koping, serta kesejahteraan psikologis melalui aktivitas membaca yang terarah. Implementasi biblioterapi memerlukan koleksi yang relevan, lingkungan perpustakaan yang suportif, kompetensi pustakawan sebagai fasilitator, serta kolaborasi dengan tenaga profesional kesehatan mental. Penelitian ini menegaskan bahwa biblioterapi berpotensi menjadi model pengembangan layanan perpustakaan yang mendukung pembelajaran masyarakat sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai institusi publik yang inklusif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.