Etty Riani
Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University, Jl. Agatis, IPB Dramaga Campus, Bogor 16680, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONTAMINASI LOGAM TIMBAL (Pb) DAN PENINGKATAN KUALITAS AIR PASCA REMEDIASI DI SUNGAI CINANGKA BOGOR: LEAD (Pb) METAL CONTAMINATION AND IMPROVEMENT OF WATER QUALITY POST-REMEDIATION IN THE CINANGKA RIVER, BOGOR Vergia Wenda Mulia; Etty Riani; Mohammad Mukhlis Kamal; Syed Sartaj Alam
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 2 (2026): MAY 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.186-196

Abstract

Aktivitas industri pasca peleburan aki bekas di wilayah Cinangka, Bogor, telah menyebabkan akumulasi logam berat timbal (Pb) yang melebihi ambang batas baku mutu air sungai dan berdampak negatif terhadap kualitas air serta lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan kadar logam Pb di air serta perubahan parameter kualitas air yang meliputi suhu, pH, kekeruhan, dan oksigen terlarut (DO) setelah proses remediasi menggunakan jenis-jenis agen remediasi seperti biochar tongkol jagung, akar wangi, dan kijing lokal pada perairan terkontaminasi logam Pb. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan selama empat minggu. Pengukuran kadar Pb dilakukan pada minggu ke-0 dan ke-4, sedangkan pengamatan kualitas air dilakukan pada minggu ke-0, 2, dan 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tiga agen remediasi yaitu biochar tongkol jagung + akar wangi + kijing lokal (ABC) memberikan penurunan kadar Pb tertinggi sebesar 99,3% hingga mencapai 0,009 mg/L serta secara signifikan menurunkan suhu dan kekeruhan, serta meningkatkan pH dan DO hingga mendekati kisaran optimal. Nilai korelasi antara kadar Pb dengan parameter kualitas air menunjukkan hubungan negatif kuat terhadap pH dan DO, serta hubungan positif kuat terhadap suhu dan kekeruhan. Secara keseluruhan, remediasi menggunakan ketiga agen alami efektif dalam penurunan kadar Pb di air sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perairan secara menyeluruh.