Yustina Pramesti Perada Tolok
Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEPSI GURU AGAMA KATOLIK TERHADAP PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SMA NEGERI 1 ADONARA TIMUR Yustina Pramesti Perada Tolok; Alfonsus Mudi Aran; Krisantus Minggu Kwen
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12790

Abstract

ABSTRACT The implementation of the Merdeka Curriculum emphasizes student-centered learning that accommodates students’ diverse needs, abilities, interests, and learning characteristics. In this context, differentiated learning in Catholic Religious Education is considered an important strategy to improve the quality of learning. This study aims to examine the implementation of differentiated learning in the Merdeka Curriculum in Catholic Religious Education at SMA Negeri 1 Adonara Timur. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data sources were obtained from the principal, a Catholic Religious Education teacher, and students through interviews, observation, and documentation techniques. The findings show that differentiated learning has been implemented through content, process, product, and learning environment differentiation adjusted to students’ needs, abilities, interests, and characteristics. The implementation of differentiated learning contributes to increasing students’ activeness, motivation, participation, and understanding in the learning process. Student-centered learning provides opportunities for each learner to study according to their potential and learning style, enabling optimal learning outcomes. Therefore, differentiated learning is an effective strategy to support the implementation of the Merdeka Curriculum in Catholic Religious Education. This study is expected to serve as a reference for teachers, schools, and future researchers in developing differentiated learning practices to improve the quality of education. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut guru menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, namun dalam praktiknya masih ditemukan tantangan dalam penyesuaian pembelajaran dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan peserta didik, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMA Negeri 1 Adonara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang mencakup persepsi, pengalaman, serta kendala guru dalam pelaksanaannya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data diperoleh dari 8 informan yang terdiri atas guru Pendidikan Agama Katolik, kepala sekolah, dan peserta didik melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran berdiferensiasi dan memahaminya sebagai upaya menyesuaikan proses pembelajaran dengan karakteristik peserta didik. Implementasi dilakukan melalui diferensiasi konten, proses, dan produk yang membuat pembelajaran lebih aktif, inklusif, dan bermakna. Guru juga memiliki pengalaman dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, meskipun masih terdapat kendala seperti perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan sarana. Upaya adaptasi tetap dilakukan agar pembelajaran berjalan optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi berkontribusi dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik serta menjadi strategi penting dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.