Rusdi Kurniawan
Program Studi Teknologi Pendidikan, Program Magister, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN SISTEM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Rusdi Kurniawan; Helsa Jumaipa WY; Andi Fitri Wahyu Ramadhani; Ahmad Subagyo; Rabiatul Adawiyah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13047

Abstract

The advancement of information technology has transformed educational practices and increased the need for systematic and integrated learning management. Learning system management plays a crucial role in improving educational effectiveness by optimizing the relationship among learning objectives, learners, educators, instructional methods, media, and assessment. This study aims to analyze the concept of learning system management, identify the main components of learning systems, and examine their implementation in improving educational quality in the digital era. The research employed a qualitative approach using a literature review method. Data were collected from books, national journal articles, and international journal articles published between 2015 and 2025. Data analysis was conducted through content analysis involving identification, classification, and synthesis of relevant literature. The findings reveal that learning system management consists of integrated functions of planning, organizing, implementation, and evaluation. The main components of a learning system include learning objectives, learners, educators, instructional materials, teaching methods, learning media, and assessment. Furthermore, the implementation of Learning Management Systems (LMS) has enhanced learning effectiveness by improving accessibility, flexibility, and efficiency in educational processes. Therefore, integrated learning system management is essential for improving educational quality and supporting sustainable learning in the digital era. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga diperlukan pengelolaan pembelajaran yang lebih sistematis dan terintegrasi. Manajemen sistem pembelajaran menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas proses pendidikan karena mampu mengoptimalkan keterkaitan antara tujuan pembelajaran, peserta didik, pendidik, metode, media, dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep manajemen sistem pembelajaran, mengidentifikasi komponen-komponen utama sistem pembelajaran, serta mengkaji implementasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui kajian berbagai buku, artikel jurnal nasional, dan artikel jurnal internasional yang relevan dan dipublikasikan pada periode 2020–2025. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sistem pembelajaran terdiri atas fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang saling terintegrasi. Komponen utama sistem pembelajaran meliputi tujuan pembelajaran, peserta didik, pendidik, materi, metode, media, dan evaluasi. Selain itu, pemanfaatan Learning Management System (LMS) terbukti mendukung efektivitas pengelolaan pembelajaran melalui peningkatan aksesibilitas, fleksibilitas, dan efisiensi proses belajar. Oleh karena itu, penerapan manajemen sistem pembelajaran yang terintegrasi menjadi kebutuhan penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di era digital.    
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA BIMBINGAN TEKNIS REKOGNISI PEMBELAJARAN LAMPAU (RPL) BAGI PERGURUAN TINGGI Helsa Jumaipa WY; Rusdi Kurniawan; Dodi Mario Akbar; Zulfitria Zulfitria
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i1.9435

Abstract

Recognition of Prior Learning (RPL) is a strategic higher education policy aimed at providing formal recognition of learning outcomes acquired through formal, non-formal, and informal education, and/or work experience. The complexity of RPL regulations and procedures, as stipulated in the Decree of the Director General of Higher Education Number 112/B/KPT/2025, requires effective and easily comprehensible policy dissemination strategies for higher education institutions. In practice, RPL technical guidance programs organized by the Directorate of Learning and Student Affairs are still predominantly reliant on PowerPoint as the primary medium for delivering instructional materials. This conceptual article aims to analyze the use of PowerPoint as a learning resource in RPL technical guidance for higher education institutions and to examine its reinforcement from the perspectives of educational technology, media and learning resource management, and andragogy. The study employs a conceptual analysis of RPL technical guidance practices conducted during the period 2023–2025. The findings indicate that PowerPoint is effective as a medium for presenting policy-related content; however, it needs to be supported by adult learning design and more systematic learning resource management in order to function optimally as a policy learning resource. This article recommends strengthening the role of PowerPoint through educational technology approaches and andragogical principles to enhance participants’ understanding and learning autonomy in RPL technical guidance programs. ABSTRAK Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) merupakan kebijakan strategis pendidikan tinggi yang bertujuan memberikan pengakuan atas capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja. Kompleksitas regulasi dan prosedur RPL, sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 112/B/KPT/2025, menuntut strategi diseminasi kebijakan yang efektif dan mudah dipahami oleh perguruan tinggi. Dalam praktiknya, bimbingan teknis (bimtek) RPL yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan masih didominasi penggunaan media PowerPoint sebagai sarana utama penyampaian materi. Artikel konseptual ini bertujuan menganalisis penggunaan media PowerPoint sebagai sumber belajar dalam bimtek RPL bagi perguruan tinggi serta mengkaji penguatannya dari perspektif teknologi pendidikan, media dan pengelolaan sumber belajar, serta andragogi. Kajian dilakukan melalui analisis konseptual terhadap praktik bimtek RPL selama periode 2023–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa PowerPoint efektif sebagai media presentasi kebijakan, namun perlu didukung oleh desain pembelajaran orang dewasa dan pengelolaan sumber belajar yang lebih sistematis agar berfungsi optimal sebagai sumber belajar kebijakan. Artikel ini merekomendasikan penguatan peran PowerPoint melalui pendekatan teknologi pendidikan dan prinsip andragogi untuk meningkatkan pemahaman dan kemandirian belajar peserta bimtek RPL.