Hastuti H. Anak Ampun
STP Santo Bonaventura, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN AGAMA KATOLIK Hastuti H. Anak Ampun; Irawati Sagala; Ermina Waruwu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13049

Abstract

Learning independence is a key competency in the Merdeka Curriculum, but pre-research observations in class VII-2 at SMP RK Delimurni Diski showed that only 45% of students met the learning independence indicators, with initiative, self-confidence, discipline, and self-control still very low. This situation is made worse by the use of traditional lecture methods focused on the teacher, so students are only minimally actively involved in the learning process. The aim of this study is to describe the implementation of the Discovery Learning model and to analyze the improvement of students' learning independence in Catholic Religious Education at stage D in class VII-2 at SMP RK Delimurni Diski. This study adopts a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles with 34 students. Each cycle consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Data collection Data was collected through collaborative observation using observation sheets on student learning independence referring to six indicators, as well as teacher activity observation sheets, supported by photos and field notes. The results showed that the implementation of the Discovery learning model improved from an average of 87% in the first cycle to 97% in the second cycle. Student learning independence also significantly increased across all indicators, including independence from others from 74% to 86%, self-confidence from 75% to 86%, discipline from 75% to 90%, responsibility from 81% to 94%, initiative from 75% to 87%, and self-control from 73% to 88%. The study concluded that the Discovery Learning model is effective in enhancing student learning independence because it encourages active involvement in every stage of independently and meaningfully discovering concepts. ABSTRAK Kemandirian belajar merupakan kompetensi utama dalam Kurikulum Merdeka, namun hasil observasi pra-penelitian di kelas VII-2 SMP RK Delimurni Diski menunjukkan bahwa hanya 45% siswa yang memenuhi indikator kemandirian belajar, dengan indikator inisiatif, kepercayaan diri, kedisiplinan, dan kemampuan mengontrol diri yang masih sangat rendah. Situasi ini semakin buruk karena penggunaan metode ceramah tradisional yang berfokus pada guru, sehingga siswa hanya sedikit terlibat secara aktif dalam proses belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan model Discovery Learning dan menganalisis peningkatan kemandirian belajar siswa dalam pelajaran Agama Katolik pada tahap D di kelas VII-2 di SMP RK Delimurni Diski. Penelitian ini mengadopsi pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart, yang dilakukan dalam dua siklus dengan 34 siswa. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan kolaboratif dengan menggunakan lembar observasi tentang kemandirian belajar siswa yang merujuk pada enam indikator serta lembar observasi aktivitas guru, didukung dengan foto-foto dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery mengalami peningkatan dari rata-rata 87% di siklus pertama menjadi 97% di siklus kedua. Kemandirian belajar siswa juga meningkat secara signifikan pada seluruh indikator, meliputi ketidaktergantungan terhadap orang lain dari 74% menjadi 86%, kepercayaan diri dari 75% menjadi 86%, kedisiplinan dari 75% menjadi 90%, tanggung jawab dari 81% menjadi 94%, inisiatif dari 75% menjadi 87%, dan kemampuan mengontrol diri dari 73% menjadi 88%. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa model Discovery Learning efektif meningkatkan kemandirian belajar siswa karena mendorong keterlibatan aktif dalam setiap tahapan penemuan konsep secara mandiri dan bermakna.