Kematian pasien di Intensive Care Unit (ICU) merupakan indikator utama mutu pelayanan karena secara langsung mencerminkan efektivitas sistem perawatan kritis dan kualitas tata kelola klinis yang dijalankan. Penilaian mutu pelayanan ICU harus dilakukan dengan menafsirkan indikator kematian secara kontekstual agar dapat mengidentifikasi kelemahan dalam proses manajemen klinis dan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan. Berbagai faktor berkontribusi terhadap tingginya angka kematian di ICU meliputi faktor usia, jenis kelamin, lama rawat, lama penggunaan ventilator, status kesadaran saat masuk perawatan dan status komorbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor penyebab kematian pasien ICU di RSUD Majalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data secara kohort retrospektif melalui telaah rekam medis. Populasi penelitian adalah pasien yang telah dinyatakan meninggal pada periode Agustus sampai dengan Oktober, adapun tekhnik sampel yang digunakan adalah total sampling sebanyak 98 responden. Hasil penelitian menunjukan faktor kematian pada kategori usia adalah 56.1% merupakan lanjut usia, 56.1% berjenis kelamin perempuan, 53.1% berada pada kategori lama rawat pendek, 48.4% berada pada kategori lama penggunaan ventilator pendek. Pasien meninggal pada saat mulai masuk perawatan berada pada kategori kesadaran sopor sebanyak 45.9% dan memiliki faktor komorbiditas sedang sebanyak 43.9%. Peneliti berharap perawat diharapkan mampu menerapkan prinsip critical thinking dan memperkuat kemampuan kolaborasi interprofesional, dan bagi rumah sakit agar mampu memperkuat sistem deteksi dini kegawatan pasien pra ICU sehingga dapat menurunkan status kematian