Cucu Rokayah
Prodi Profesi Ners, Fakultas Keperawatan, Universitas Bhakti Kencana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Skizofrenia Akut Manik Berisiko Perilaku Kekerasan melalui Intervensi Generalis dan Hydrotherapy Wudhu di Rumah Sakit Jiwa Elis Rismayanti Fatimah Sari; Cucu Rokayah
Adiguna Nursing Journal Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Adiguna Keperawatan
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jak.v2i1.100

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat dengan prevalensi global sekitar 24 juta orang (0,32% populasi dunia). Salah satu manifestasi yang sering muncul adalah risiko perilaku kekerasan, yang dialami sekitar 20–30% pasien dan berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Intervensi nonfarmakologis yang umum diterapkan di ruang perawatan, seperti Strategi Pelaksanaan (SP) 1–6, manajemen pengendalian marah sesuai Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), latihan pukul bantal, dan relaksasi napas dalam, belum selalu memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu, hydrotherapy wudhu dipilih sebagai intervensi pendukung karena memiliki manfaat biologis, psikologis, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia akut fase manik dengan risiko perilaku kekerasan melalui penerapan intervensi generalis dan hydrotherapy wudhu. Penelitian menggunakan desain studi kasus terhadap tiga pasien, terdiri atas satu pasien yang menerima intervensi dan dua pasien sebagai kelompok kontrol. Hasil menunjukkan bahwa pasien yang memperoleh hydrotherapy wudhu mengalami penurunan skor GURF lebih cepat dan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Pada pengkajian awal ditemukan perilaku mengamuk, gelisah, berkata kasar, tatapan melotot, nada bicara tinggi, intonasi mengancam, dengan skor GURF 12. Intervensi yang diberikan berupa manajemen pengendalian marah, SP 1–6, dan hydrotherapy wudhu selama tiga hari. Evaluasi menunjukkan penurunan skor GARF menjadi 3 pada hari kedua dan 1 pada hari ketiga. Hydrotherapy wudhu berpotensi menjadi intervensi pendukung yang efektif dalam menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien skizofrenia