Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integritas Kuliner di Sumatera Barat: Deteksi Kontaminasi Daging Babi Pada Produk Kuliner Sate Padang: Culinary Integrity in West Sumatra: Detection of Pork Contamination in Sate Padang Culinary Products Ade Meliala; Jusma Nelni
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 8 No. 1 (2025): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v8i1.85

Abstract

Sumatera Barat dikenal dengan kuliner khas Minangkabau, seperti rendang dan sate padang, yang mencerminkan nilai-nilai Islam dan tradisi lokal. Namun, isu kehalalan dan keamanan pangan, seperti kontaminasi daging babi, menjadi tantangan yang dapat merusak kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, diperlukan metode deteksi cepat dan akurat untuk memastikan kehalalan produk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mendeteksi kontaminasi daging babi pada sate Padang di Kabupaten Sijunjung. Pengujian dilakukan menggunakan Rapid Detection Pork Test sebagai metode awal, diikuti dengan konfirmasi menggunakan real-time PCR untuk sampel dengan hasil meragukan. Sebanyak 10 sampel dikumpulkan dari empat kecamatan dan diuji di laboratorium untuk menentukan prevalensi kontaminasi. Dari 10 sampel sate Padang yang diuji, 8 sampel menunjukkan hasil negatif melalui Rapid Detection Pork Test, sementara 2 sampel memberikan hasil meragukan. Pengujian lanjutan dengan metode real-time PCR pada sampel meragukan tersebut menunjukkan hasil negatif. Dengan demikian, prevalensi kontaminasi daging babi pada produk sate Padang adalah 0%, menegaskan bahwa seluruh sampel yang diuji bebas dari cemaran daging babi. Seluruh sampel sate Padang terbukti bebas dari cemaran daging babi, menunjukkan bahwa produk tersebut terjamin kehalalannya. Untuk menjaga kepercayaan konsumen, diperlukan edukasi kepada produsen, pengawasan yang konsisten, serta pengujian rutin. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan strategi pengawasan pangan yang lebih efektif.
Edukasi Biosekuriti dan Pendampingan Vaksinasi sebagai Upaya Pencegahan PMK di Peternakan Rakyat Widia Safitri; Ade Meliala; Rita Suzana; Sedrisa Lidya Pertiwi; Sucia Fadillah; Nur Rahmi; Varhanno Khallifatull Khanh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/abdimas45.v5i1.7786

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tetap menjadi tantangan utama bagi sektor peternakan Indonesia karena penularannya yang tinggi dan dampak ekonomi yang besar terhadap produksi hewan. Penerapan langkah-langkah biosekuriti di tingkat peternakan kecil merupakan strategi kunci untuk mengurangi risiko penularan penyakit; namun, penerapannya masih terhambat oleh pengetahuan petani yang terbatas dan praktik pengelolaan yang tidak konsisten. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan praktis petani dalam menerapkan langkah-langkah biosekuriti sekaligus mendorong partisipasi mereka dalam program vaksinasi PK nasional di Nagari Suayan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Indonesia. Program ini dilaksanakan dalam tiga fase berurutan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil program dinilai menggunakan daftar periksa observasi dan Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) untuk mengidentifikasi perubahan pengetahuan, persepsi, dan praktik pengelolaan peserta setelah intervensi. Temuan menunjukkan peningkatan kesadaran petani mengenai pencegahan PK, yang tercermin dalam praktik kebersihan kandang yang lebih baik, penyediaan fasilitas disinfeksi, pembatasan pergerakan hewan, dan peningkatan partisipasi dalam kegiatan vaksinasi yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat. Selain memperkuat kapasitas petani, program ini juga meningkatkan kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan komunitas pertanian, sehingga memberikan landasan bagi inisiatif pencegahan penyakit hewan berbasis komunitas yang berkelanjutan.