I Wayan Suja
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

An Integrated Learning Model Based on the Tri Hita Karana Philosophical Concept in Improving Cultural Literacy I Wayan Ade Yantika; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 10 No 1 (2026): February
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jere.v10i1.112114

Abstract

This research is motivated by the low level of cultural literacy among students, as indicated by their lack of understanding, attitudes, and practices of local cultural values in daily life. Furthermore, the learning process in schools has not optimally integrated the Tri Hita Karana philosophical concept. This study aims to analyze the effects of Tri Hita Karana-based learning models on students' cultural literacy in elementary schools. This study used a pretest-posttest control-group design, involving fifth- and sixth-grade students from several elementary schools in Bali. The experimental group received Tri Hita Karana-based learning models, while the control group followed conventional learning. Data were obtained through cultural literacy tests, observations, and interviews with students and teachers. The results showed that the experimental group experienced a significant increase in cultural literacy compared to the control group. Tri Hita Karana-based learning not only improves students' local cultural knowledge but also shapes better student character, including a sense of responsibility, empathy, and concern for the environment. This study concludes that applying the Tri Hita Karana philosophy in elementary school learning can enrich cultural literacy and strengthen students' character. It has the potential to serve as an effective model for culture-based education in Indonesia. Consequently, implementing an integrated learning model grounded in the Tri Hita Karana philosophical concept can serve as a reference for teachers and schools in designing contextual, meaningful learning experiences to improve students' cultural literacy.
Optimalisasi Peran Tri Hita Karana dalam Meningkatkan Hasil Belajar melalui Kedisiplinan Siswa Sekolah Dasar Ni Wayan Listyawati; I Wayan Suja; Ida Bagus Putu Arnyana
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.89884

Abstract

Rendahnya kedisiplinan yang dimiliki oleh siswa berpengaruh terhadp ketercapaian hasil belajar yang maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran nilai-nilai Tri Hita Karana dalam meningkatkan kedisiplinan dan hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan one group pretest-posttest design, di mana pretest dan posttest digunakan untuk mengukur kedisiplinan dan hasil belajar siswa sebelum dan setelah penerapan nilai Tri Hita Karana. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kedisiplinan dan hasil belajar siswa. Ketepatan waktu siswa meningkat dari 40% menjadi 80%, dan kepatuhan terhadap aturan meningkat dari 50% menjadi 90%. Rata-rata nilai posttest juga meningkat dari 65 menjadi 80, yang menunjukkan dampak positif penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana terhadap prestasi akademik. Selain itu, 85% siswa melaporkan merasa lebih termotivasi untuk belajar setelah penerapan nilai Tri Hita Karana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Tri Hita Karana dapat meningkatkan kedisiplinan dan hasil belajar siswa, serta menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter dan prestasi akademik siswa. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai budaya lokal dalam pendidikan sangat relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar.