Sa'adatud Daroini
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN BERBASIS ERP DALAM MENDUKUNG PENGENDALIAN INTERNAL (STUDI KASUS PT X) Sa'adatud Daroini; Tantina Haryati
ECONOMOS Vol 6 No 03 (2026): EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN (COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/grjb.v6i03.2950

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan sistem informasi akuntansi pembelian berbasis ERP pada unit purchasing PT X serta perannya dalam mendukung pengendalian internal perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung selama kegiatan magang pada periode Januari hingga Mei 2025 dan wawancara dengan Unit Manager Purchasing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelian PT X berjalan melalui alur yang terintegrasi dalam sistem ERP, mencakup seluruh siklus dari pengajuan kebutuhan barang hingga pembayaran kepada vendor, dengan melibatkan beberapa unit yang memiliki peran dan kewenangan berbeda di setiap tahapannya. Dalam praktiknya, beberapa prosedur administrasi masih menggunakan dokumen fisik, seperti invoice vendor, surat jalan, material receipt, dan dokumen persetujuan yang ditandatangani secara manual. Kondisi hybrid ini bukan disebabkan oleh keterbatasan sistem, melainkan merupakan bentuk penyesuaian rasional terhadap kontingensi ekaternal, terutama vendor yang belum terintegrasi dengan ERP, serta kebutuhan akan bukti fisik untuk kepentingan audit, pemeriksaan pajak, dan pemeriksaan eksterial. Ditinjau melalui kerangka pengendalian intermal CO50 (2013) dan dimaknai melalui contingency theory dan agency theory, kelima komponen pengendalian intermal terpenuhi melalui kombinasi sistem ERP dan dokumen fisik, sehingga efektivitas pengendalian internal tidak hanya ditentukan oleh tingkar digitalisasi slitem, tetapi juga oleh konsistensi pengguna dalam menjalankan prosedur di kedua sisi, baik digital maupun fisik.