This community service activity aims to improve financial literacy and encourage digitalization of payment systems for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) through the use of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) in Tajur Halang Village, Tajur Halang District, Bogor Regency. The main problem faced by partners is limited understanding of business financial management, particularly in the separation of personal and business finances, basic financial record-keeping, and the implementation of QRIS as a digital payment tool. The results of the activity showed a significant increase in participant understanding. Understanding of financial separation increased from 52% to 87%, financial record-keeping ability from 57% to 83%, understanding of business owner salary management from 35% to 83%, and knowledge of the benefits of QRIS from 70% to 91%. In addition, interest in using QRIS increased from 74% to 91%, and confidence in managing business finances increased from 87% to 91%. These results indicate that the training provided is effective in improving financial literacy and encouraging the adoption of digital payments in MSMEs. This activity is expected to increase transaction efficiency, expand market access, and strengthen financial inclusion in Tajur Halang Village.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan serta mendorong digitalisasi sistem pembayaran pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Desa Tajur Halang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman terkait pengelolaan keuangan usaha, khususnya dalam pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan keuangan sederhana, serta implementasi QRIS sebagai alat pembayaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta secara signifikan. Pemahaman terkait pemisahan keuangan meningkat dari 52% menjadi 87%, kemampuan pencatatan keuangan dari 57% menjadi 83%, pemahaman pengaturan gaji pemilik usaha dari 35% menjadi 83%, serta pengetahuan manfaat QRIS dari 70% menjadi 91%. Selain itu, minat penggunaan QRIS meningkat dari 74% menjadi 91%, dan keyakinan dalam mengelola keuangan usaha meningkat dari 87% menjadi 91%. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan literasi keuangan dan mendorong adopsi pembayaran digital pada UMKM. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses pasar, serta memperkuat inklusi keuangan di Desa Tajur Halang