Hati merupakan organ tempat terjadinya aktivitas metabolisme sehingga rentas terhadap kerusakan oksidatif. Ekstrak metanol daun pucuk Rukam diketahui mengandung flavonoid apigenin yang bersifat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki aktivitas hepatoprotektor ekstrak etanol daun pucuk rukamdiukur kadar SGPT, SGOT, albumin, bilirubin total dan direct. pada tikus putih jantan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan 30 ekor tikus putih jantan yang terbagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu: kelompok kontrol normal, kelompok kontrol negatif yang diinduksi gentamisin dengan dosis 80 mg/kgBB, kelompok kontrol positif yang diberi Legalon® dengan dosis 273,55 mg/kgBB, dan kelompok perlakuan uji dengan dosis I, II dan III berturut-turut 100, 200 dan 400 mg/kgBB. Pengukuran kadar SGPT, SGOT, albumin, bilirubin dilakukan menggunakan spektrofotometer veteriner. Analisis data menggunakan uji ANOVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil uji analisis SGPT menunjukkan bahwa dosis III (42,4±6,10 U/L) tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif (46,2±2.86 U/L), sedangkan dosis I (16.6±4.03 U/L) dan dosis II (27±2.91 U/L) berbeda bermakna dengan kontrol posistif (46,2±2.86 U/L), untuk SGOT: dosis 1 (83.4±8.76 U/L) dan dosis II (73.2±4.02 U/L) tidak berbeda bermakna dengan kontrol posistif (66.0±5.70 U/L), untuk albumin: dosis 1 (3.29±0.22 g/dL) dan dosis II (3.25±0.51 g/dL) tidak berbeda bermakna dengan kontrol posistif (3.95±0.45 g/dL), untuk bilirubin totall: dosis 1 (0.46±0.04 mg/dL) dan dosis II (0.48±0.05 mg/dL) dan untuk bilirubin direct: dosis 1 (0.25±0.06 mg/dL) dan dosis II (0.29±0.04 mg/dL) tidak berbeda bermakna dengan kontrol posistif (0.21±0.06 mg/dL). Kesimpulan bahwa ekstrak etanol 70% daun pucuk Rukam dosis 100 mg/kgBB memiliki aktivitas hepatoprotektor tertinggi.