PAUD Nurul Wihdah belum memiliki program skrining perkembangan anak yang dilakukan secara sistematis menggunakan instrumen standar, sementara pemahaman orang tua mengenai tahapan perkembangan anak dan pemberian stimulasi di rumah masih terbatas. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan perkembangan tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan deteksi dini perkembangan anak melalui Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) serta meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan orang tua melalui psikoedukasi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan koordinasi dengan mitra, pelaksanaan skrining perkembangan menggunakan KPSP pada anak usia 3–6 tahun, penyampaian hasil skrining, pemberian psikoedukasi kepada orang tua, serta evaluasi melalui observasi dan wawancara. Hasil skrining menunjukkan bahwa 71,9% anak berada pada kategori Sesuai, 21,9% pada kategori Meragukan, dan 6,3% pada kategori Penyimpangan, sehingga anak yang memerlukan pemantauan dan stimulasi lanjutan dapat segera diidentifikasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua mengenai tahapan perkembangan anak, pentingnya deteksi dini, serta kemampuan memberikan stimulasi yang sesuai di rumah. Selain itu, komunikasi dan kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi lebih baik dalam memantau perkembangan anak secara berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining perkembangan yang diintegrasikan dengan psikoedukasi merupakan strategi yang efektif untuk mendukung deteksi dini, meningkatkan peran keluarga, dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini di lingkungan PAUD.