Heldy Ramadhan Putra Pembangunan
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, UIN Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL IDEAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PADA SISWA SMP TA’MIRUL ISLAM SURAKARTA Anung Candra Lesmana; Ari Wibowo; Hardi Hardi; Heldy Ramadhan Putra Pembangunan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.12268

Abstract

ABSTRACT Mathematical problem-solving skills are an essential competency in 21st-century learning; however, in practice, these skills are still not optimally achieved by many students. This condition requires the implementation of more effective learning models to improve problem-solving abilities, one of which is the IDEAL learning model. In addition, differences in students’ learning styles are assumed to influence learning outcomes and therefore need to be further examined. This study aims to determine the effect of the IDEAL learning model on students’ mathematical problem-solving abilities in terms of learning styles among eighth-grade students of SMP Ta’mirul Islam Surakarta in the 2025/2026 academic year. This research employed a quantitative method with a comparative approach. The sample consisted of 61 students selected using cluster random sampling, with class VIII A as the experimental group and class VIII C as the control group. The research instruments included a mathematical problem-solving test and a learning style questionnaire covering visual, auditory, and kinesthetic styles. Data analysis was conducted using prerequisite tests (normality and homogeneity) and a two-way ANOVA test. The results showed a significant difference between the IDEAL and non-IDEAL learning models on students’ mathematical problem-solving abilities, with a significance value of 0.008 < 0.05. The average score of the experimental group was 93.80, higher than the control group’s 89.67. Meanwhile, learning styles had no significant effect (Sig. = 0.581 > 0.05), and there was no significant interaction between learning models and learning styles (Sig. = 0.602 > 0.05). Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran abad ke-21, namun kenyataannya kemampuan ini masih belum optimal pada sebagian siswa. Kondisi tersebut menuntut adanya model pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, salah satunya model pembelajaran IDEAL. Selain itu, perbedaan gaya belajar siswa diduga turut memengaruhi hasil belajar sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran IDEAL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya belajar siswa kelas VIII SMP Ta’mirul Islam Surakarta Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel penelitian berjumlah 61 siswa yang dipilih melalui teknik cluster random sampling, terdiri atas kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII C sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan angket gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Analisis data dilakukan dengan uji prasyarat (normalitas dan homogenitas) serta uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran IDEAL dan non IDEAL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dengan nilai signifikansi 0,008 < 0,05. Rata-rata kelas eksperimen sebesar 93,80 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 89,67. Sementara itu, gaya belajar tidak berpengaruh signifikan (Sig. = 0,581 > 0,05), dan tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar (Sig. = 0,602 > 0,05).
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI DAN RESILIENSI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS Ananda Nasywa Salsabila Aryanti; Ari Wibowo; Heldy Ramadhan Putra Pembangunan; Wiwin Astuti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10517

Abstract

Mathematical critical thinking skills play a crucial role in meeting the demands of 21st-century learning, although these skills remain low among some students. This study aims to analyze the influence of mathematical self-confidence and resilience on students’ mathematical critical thinking skills. The study employed a quantitative approach with an associative-causal design. The population consisted of all 127 eighth-grade students at MTs Al-Manshur Popongan Klaten, with a sample of 101 students selected using cluster random sampling. The research instruments included questionnaires on mathematical self-confidence and resilience, as well as an essay test of mathematical critical thinking skills. Data analysis was conducted using multiple linear regression with IBM SPSS Statistics 21 software, after meeting prerequisite tests such as normality, linearity, multicollinearity, and heteroscedasticity. The results indicate that mathematical self-confidence and mathematical resilience simultaneously have a significant effect on mathematical critical thinking skills. Partially, self-confidence did not have a significant effect, whereas mathematical resilience had a significant positive effect. These findings underscore the importance of mathematical resilience in enhancing mathematical critical thinking skills, thus necessitating its development through challenging and meaningful learning. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematis memiliki peran yang penting dalam memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21, meskipun kemampuan tersebut masih rendah pada sebagian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan diri dan resiliensi matematis terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausalitas. Populasi mencakup seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Manshur Popongan Klaten yaitu 127 siswa, dengan sampel 101 siswa yang dtentukan melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari angket kepercayaan diri dan resiliensi matematis, serta tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan software IBM SPSS Statistics 21, setelah memenuhi uji prasyarat seperti normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan resiliensi matematis secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Secara parsial, kepercayaan diri tidak berpengaruh signifikan, sedangkan resiliensi matematis memiliki pengaruh positif yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya resiliensi matematis dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis, sehingga perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang menantang dan bermakna.