Karina Claudia Septania Tinambunan
Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN ETNOMATEMATIKA PADA KUE TRADISIONAL LAPPET DAN PERMAINAN TRADISIONAL MARSITEKKA DI SUMATRA UTARA Nadia Delawati Marbun; Shelomita Viviana Situmorang; Juanda Rivai Martupa Sianturi; Tasya Qovira; Echa Wiranata Silalahi; Karina Claudia Septania Tinambunan; Suzy aprillia putri
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.13069

Abstract

Ethnomathematics is an approach that integrates mathematical concepts with local culture, making mathematics learning more contextual and meaningful. Previous ethnomathematics studies have explored mathematical concepts embedded in individual cultural objects; however, studies integrating the traditional food Lappet and the traditional game Marsitekka as representations of Toba Batak culture remain limited. Both cultural objects contain rich mathematical ideas that have the potential to be utilized as contextual learning resources. Therefore, this study aims to explore the mathematical concepts embedded in the traditional food Lappet and the traditional game Marsitekka within Toba Batak culture. This study employed a qualitative descriptive method with an exploratory approach through observation, interviews, documentation, and literature review. Data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while data trustworthiness was ensured through source triangulation and technique triangulation. The findings reveal that Lappet embodies mathematical concepts related to geometry, ratios, patterns, and repetition reflected in its shape, preparation process, and presentation. Meanwhile, Marsitekka contains concepts of geometry, number operations, patterns, and sequential steps represented in the game arena, playing rules, and strategic moves. These findings indicate that Toba Batak culture embodies diverse mathematical concepts embedded in everyday cultural practices. The study provides an alternative contextual resource for ethnomathematics-based learning while supporting the preservation of local culture and strengthening students' numeracy literacy. ABSTRAK Etnomatematika merupakan pendekatan yang mengintegrasikan konsep-konsep matematika dengan budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Berbagai penelitian etnomatematika telah mengeksplorasi konsep matematika pada objek budaya tertentu, namun kajian yang mengintegrasikan makanan tradisional Lappet dan permainan tradisional Marsitekka sebagai representasi budaya Batak Toba masih terbatas. Padahal, kedua objek budaya tersebut mengandung beragam aktivitas matematis yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang terdapat pada makanan tradisional Lappet dan permainan tradisional Marsitekka dalam budaya Batak Toba. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksploratif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lappet mengandung konsep-konsep matematika berupa geometri, perbandingan, pola, dan pengulangan yang tampak pada bentuk, proses pembuatan, serta penyajiannya. Sementara itu, permainan tradisional Marsitekka memuat konsep geometri, operasi bilangan, pola, dan urutan langkah yang terlihat pada arena permainan, aturan bermain, serta strategi pemain. Temuan penelitian menunjukkan bahwa budaya Batak Toba mengandung berbagai konsep matematika yang berkembang dalam aktivitas budaya masyarakat. Hasil penelitian ini berimplikasi sebagai alternatif sumber pembelajaran matematika berbasis etnomatematika yang kontekstual, sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal dan penguatan literasi numerasi peserta didik.