Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi perawat dan insentif pelayanan terhadap kinerja perawat dengan kepuasan kerja sebagai variabel moderasi di tiga rumah sakit swasta Kabupaten Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian terdiri dari 201 perawat pelaksana di ruang rawat inap yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling dengan pendekatan Partial Least Square melalui SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perawat dan insentif pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja serta kinerja perawat. Kepuasan kerja terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh kompetensi dan insentif pelayanan terhadap kinerja perawat. Model penelitian mampu menjelaskan variasi kepuasan kerja sebesar 65,8 persen dan kinerja perawat sebesar 67,2 persen. Pembahasan mengungkapkan bahwa perawat dengan kompetensi yang baik, insentif yang adil, dan kepuasan kerja yang tinggi akan menunjukkan kinerja yang unggul dalam memberikan asuhan keperawatan yang holistik dan berpusat pada pasien. Kepuasan kerja berperan sebagai katalisator yang memperkuat dampak positif kompetensi dan insentif terhadap kinerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja perawat yang optimal memerlukan sinergi antara kompetensi, insentif, dan kepuasan kerja yang saling memperkuat, sehingga pengelola rumah sakit perlu memberikan perhatian holistik terhadap kesejahteraan perawat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang manusiawi dan bermartabat