Perkembangan layanan buy now pay later (BNPL), khususnya ShopeePaylater , telah mengubah pola konsumsi Generasi Z melalui kemudahan akses pembiayaan digital. Namun, peningkatan penggunaan layanan tersebut tidak selalu diimbangi dengan literasi keuangan syariah yang memadai sehingga berpotensi mendorong perilaku konsumtif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah dan perilaku konsumtif terhadap minat penggunaan ShopeePaylater pada mahasiswa Generasi Z di Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form yang diukur dengan skala Likert lima poin. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25 melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah tidak berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan ShopeePaylater (Sig. = 0,071; β = 0,083), sedangkan perilaku konsumtif berpengaruh positif dan signifikan (Sig. = 0,000; β = 0,341). Secara simultan, literasi keuangan syariah dan perilaku konsumtif berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan ShopeePaylater (Sig. = 0,000) dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,178, yang menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 17,8% variasi minat penggunaan paylater. Temuan ini mengindikasikan bahwa minat penggunaan ShopeePaylater pada mahasiswa lebih dipengaruhi oleh perilaku konsumtif dibandingkan literasi keuangan syariah. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan syariah perlu diarahkan pada pembentukan perilaku keuangan yang lebih bijaksana, bukan sekadar peningkatan pengetahuan.