Abstarct. This study is motivated by the importance of developing English language skills from an early age as a foundation for facing 21st-century global communication challenges. Despite its strategic role, the general English proficiency of Indonesian society remains in the low category. This research aims to describe in depth the planning, implementation, evaluation, results, and obstacles of bilingual learning at TK Al Biruni Bandung. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that: (1) Planning is systematically designed through an internal foundation curriculum integrated into theme-based teaching modules. (2) Implementation is carried out in three stages (opening, core, closing) using interactive methods and gamification techniques (star point system) to motivate children. (3) Evaluation is conducted continuously using direct observation, checklists, and video documentation. (4) Results show that children's English skills are in the "developing" category, with receptive skills being more dominant than spontaneous expression. (5) Primary obstacles include diverse initial language backgrounds and variations in children's confidence levels. In conclusion, adaptive and interactive bilingual learning effectively supports the development of speaking skills in children aged 5-6. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan bahasa Inggris sejak usia dini sebagai fondasi menghadapi tantangan komunikasi global abad ke-21. Meskipun memiliki peran strategis, tingkat kecakapan bahasa Inggris masyarakat Indonesia secara umum masih berada pada kategori rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hasil, serta hambatan dalam implementasi pembelajaran bilingual di TK Al Biruni Kota Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan disusun secara sistematis melalui kurikulum internal yayasan yang diintegrasikan ke dalam modul ajar berbasis tema. (2) Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap (pembukaan, inti, penutup) dengan metode interaktif dan teknik gamifikasi (sistem poin bintang) untuk memotivasi anak. (3) Evaluasi dilaksanakan secara berkelanjutan menggunakan observasi langsung, daftar ceklis, dan dokumentasi video. (4) Hasil menunjukkan kemampuan bahasa Inggris anak berada pada kategori "berkembang", dengan kemampuan reseptif yang lebih dominan dibandingkan ekspresi spontan. (5) Hambatan utama meliputi perbedaan latar belakang bahasa awal serta variasi kepercayaan diri anak. Kesimpulannya, pembelajaran bilingual yang adaptif dan interaktif efektif mendukung pengembangan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun